PROKALTENG.CO – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin menyiapkan lulusan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti untuk mengisi pasar kerja luar negeri sebagai pekerja migran sektor medium-skill dan high-skill.
Langkah tersebut dibahas saat menerima audiensi Rektor ITL Trisakti Dr. Yuliantini di Jakarta, Senin (21/9/2026), melalui penguatan standardisasi kompetensi, sertifikasi global, hingga penguasaan bahasa asing.
Menteri Mukhtarudin mengatakan penyiapan tenaga kerja transportasi dan logistik untuk pasar global harus dilakukan sejak dari perguruan tinggi, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memenuhi standar profesi yang dipersyaratkan negara tujuan.
“Menindaklanjuti arahan Presiden untuk mewujudkan penempatan berkualitas pada tingkat medium dan high-skill, implementasi pada sektor transportasi dan logistik langsung difokuskan pada standardisasi dan sertifikasi,” kata Menteri Mukhtarudin.
Menurut menteri, kurikulum dan pelatihan vokasi di kampus perlu diselaraskan dengan standar lisensi yang berlaku di negara tujuan.
Dengan pendekatan tersebut, proses penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia dilakukan sejak hulu dan tidak menunggu lulusan memasuki proses penempatan.
KP2MI, kata Mukhtarudin, juga mendorong fasilitasi sertifikasi berstandar global yang dapat dilakukan melalui perguruan tinggi.
Sertifikasi tersebut akan memperkuat kesiapan lulusan dari sisi kompetensi teknis sekaligus meningkatkan daya saing mereka ketika memasuki pasar kerja internasional.
“Melalui fasilitasi sertifikasi berstandar global secara langsung dari kampus, kesiapan kompetensi lulusan baik secara teknis maupun penguasaan bahasa menjadi jauh lebih matang,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Mukhtarudin menilai pendekatan tersebut dapat mempercepat proses penyerapan lulusan ke pasar kerja luar negeri karena kompetensi yang dimiliki sejak awal telah diarahkan sesuai kebutuhan industri dan persyaratan negara tujuan.


