“Bapak Presiden memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa persaingan ke depan bukan hanya antarnegara, tetapi juga antar-SDM. Karena itu, kita harus menyiapkan anak-anak Indonesia agar sejak awal memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menurutnya, kemampuan bahasa akan menjadi salah satu bekal penting ketika generasi muda memasuki lingkungan kerja internasional. Kemampuan tersebut juga perlu dibarengi keterampilan teknis, sertifikasi, penguasaan teknologi, serta pemahaman budaya dan aturan di negara tujuan.
Peluang dari Kebutuhan Tenaga Kerja Global
Mukhtarudin juga menyoroti bagian pidato Presiden Prabowo Subianto yang menggambarkan tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
“Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin yang saya ketemu bertanya, ‘Bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia?’” kata Presiden.
Presiden menyebut kebutuhan tersebut antara lain berasal dari sektor pariwisata, rumah sakit, perawat dan caregiver yang membutuhkan kemampuan komunikasi dengan baik.
Bagi Menteri Mukhtarudin, kondisi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia.
“Pertanyaan berikutnya adalah tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan. Di sinilah tugas kita memastikan pekerja Indonesia memenuhi standar tersebut,” kata Menteri Mukhtarudin.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, kebutuhan tenaga kerja global yang semakin beragam harus diikuti dengan penyiapan SDM berbasis kompetensi.
“Pendidikan dan pelatihan harus mampu membaca kebutuhan pasar sehingga masyarakat tidak sekadar mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi memperoleh akses terhadap pekerjaan yang sesuai kemampuan dan memiliki prospek yang baik,” cetus Menteri Mukhtarudin.


