Karakter Indonesia Jadi Modal
Kepala Negara juga menyinggung karakter pekerja Indonesia yang dinilai memiliki keunggulan tersendiri.
“Orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita ke depan diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Menteri Mukhtarudin pun menyebut karakter tersebut merupakan modal sosial yang harus diperkuat dengan profesionalisme.
“Keramahan adalah kekuatan kita, dunia kerja juga saat ini membutuhkan lebih dari itu. Ada disiplin, kemampuan teknis, komunikasi, produktivitas dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Untuk itu, Pria yangjuga menjabat Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Kalteng ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran harus berjalan beriringan dengan pelindungan. Setiap proses penempatan harus dilakukan secara resmi, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar berapa banyak yang berangkat. Yang lebih penting adalah mereka berangkat secara resmi, bekerja sesuai kompetensi, mendapatkan haknya dan pulang membawa peningkatan kualitas kehidupan,” kata Menteri Mukhtarudin.
Dari Pekerja Migran Menjadi Talenta Global
Eks Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini terus menggeser paradigma pekerja migran Indonesia dari sekadar tenaga kerja menjadi talenta yang memiliki daya saing internasional.
“Pengalaman bekerja di luar negeri, juga dapat menjadi modal pembangunan ketika mereka kembali ke Indonesia dengan membawa keterampilan, pengalaman dan jejaring internasional,” terangnya.
Langkah terobosan yang diumumkan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Parlemen Senayan ini diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penerimaan devisa serta peningkatkan kesejahteraan keluarga Pekerja Migran Indonesia.


