Terima DPRD Sulteng, Wamen P2MI Tekankan Pelayanan Cepat Cegah PMI Non-Prosedural

Di sisi lain, Wamen Dzulfikar menilai pelindungan tidak cukup hanya dilakukan setelah masyarakat bekerja ke luar negeri.

Pemerintah juga perlu memastikan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga dapat memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik sekaligus terlindungi dari eksploitasi.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program SMK Go Global, yang diarahkan untuk memperkuat penyiapan tenaga terampil Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

Pemerintah menargetkan penyiapan hingga 500 ribu tenaga terampil dalam lima tahun.

“Harapannya, 500 ribu ini nantinya bukan hanya bekerja di luar negeri. Mereka juga bisa kembali dan melakukan transfer knowledge sambil melihat bagaimana pertumbuhan industri di dalam negeri kita,” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Layanan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Gandeng 31 Asuransi Swasta Lewat KAPJ

Menurut Wamen Dzulfikar, penyiapan tenaga terampil juga menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar Pekerja Migran Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri global.

Ia mengatakan pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa bonus demografi perlu dipersiapkan sejak jauh hari sebelum memasuki fase penuaan penduduk.

Electronic money exchangers listing

Karena itu, pemerintah perlu memastikan generasi produktif saat ini memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.

“Ini yang menjadi harapan utama Presiden. Kita menyiapkan tenaga terampil, kemudian mereka memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari luar negeri, lalu pengetahuan itu bisa kembali untuk memperkuat pembangunan di dalam negeri,” ujar Wamen Dzulfikar.

Baca Juga :  Kemenkes Minta Dinkes hingga Puskesmas Siaga Cacar Monyet

Dalam konteks itu, Wamen Dzulfikar menilai peran pemerintah daerah menjadi penting.

Di sisi lain, Wamen Dzulfikar menilai pelindungan tidak cukup hanya dilakukan setelah masyarakat bekerja ke luar negeri.

Pemerintah juga perlu memastikan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga dapat memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik sekaligus terlindungi dari eksploitasi.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program SMK Go Global, yang diarahkan untuk memperkuat penyiapan tenaga terampil Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

Electronic money exchangers listing

Pemerintah menargetkan penyiapan hingga 500 ribu tenaga terampil dalam lima tahun.

“Harapannya, 500 ribu ini nantinya bukan hanya bekerja di luar negeri. Mereka juga bisa kembali dan melakukan transfer knowledge sambil melihat bagaimana pertumbuhan industri di dalam negeri kita,” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Layanan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Gandeng 31 Asuransi Swasta Lewat KAPJ

Menurut Wamen Dzulfikar, penyiapan tenaga terampil juga menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar Pekerja Migran Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri global.

Ia mengatakan pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa bonus demografi perlu dipersiapkan sejak jauh hari sebelum memasuki fase penuaan penduduk.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan generasi produktif saat ini memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.

“Ini yang menjadi harapan utama Presiden. Kita menyiapkan tenaga terampil, kemudian mereka memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari luar negeri, lalu pengetahuan itu bisa kembali untuk memperkuat pembangunan di dalam negeri,” ujar Wamen Dzulfikar.

Baca Juga :  Kemenkes Minta Dinkes hingga Puskesmas Siaga Cacar Monyet

Dalam konteks itu, Wamen Dzulfikar menilai peran pemerintah daerah menjadi penting.

Terpopuler

Artikel Terbaru