Wamen P2MI Christina Aryani Buka Peluang Pasar Kerja PMI di Republik Palau

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengungkapkan adanya peluang pembukaan pasar kerja baru bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Republik Palau.

Negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian barat tersebut memiliki potensi besar pada sektor pariwisata, hospitality, konstruksi, hingga maritim yang memerlukan pasokan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi dari Indonesia.

“Palau memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran,” katanya dalam pertemuan daring dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Filipina, Victorina Hesti Dewayani, Kamis (8/10/2026) kemarin.

Selain sektor hospitality, Wamen Christina juga memperoleh informasi terkait kebutuhan tenaga kerja profesional dan terampil di sejumlah bidang di negara yang secara diplomatik masuk dalam wilayah akreditasi KBRI Manila itu.

Baca Juga :  Program PLN Peduli Dukung Pengembangan Pendidikan Bagi 20.848 Penerima Manfaat di Semester I 2024

Misalnya, pekerja dengan kompetensi khusus seperti tenaga konstruksi, civil engineer, hingga tenaga kerja di sektor maritim, termasuk nakhoda dan pekerjaan lainnya di atas kapal.

“Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan,” ungkapnya.

Wamen Christina menambahkan, kementeriannya bersama KBRI Manila akan menindaklanjuti peluang tersebut dengan mempertemukan perusahaan calon pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) saat Trade Expo Indonesia (TEI), pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.

Electronic money exchangers listing

“Kami ingin memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau dengan lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasinya,” jelasnya.

Baca Juga :  PT SKM Salurkan Air Bersih hingga Tangani Karhutla di Tiga Desa Binaan Sukamara

“Selanjutnya akan berkoordinasi dengan KBRI Manila dan para pemangku kepentingan terkait untuk menindaklanjuti potensi penempatan pekerja migran ke Palau,” tambah Christina Aryani.(tim)

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengungkapkan adanya peluang pembukaan pasar kerja baru bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Republik Palau.

Negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian barat tersebut memiliki potensi besar pada sektor pariwisata, hospitality, konstruksi, hingga maritim yang memerlukan pasokan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi dari Indonesia.

“Palau memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran,” katanya dalam pertemuan daring dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Filipina, Victorina Hesti Dewayani, Kamis (8/10/2026) kemarin.

Electronic money exchangers listing

Selain sektor hospitality, Wamen Christina juga memperoleh informasi terkait kebutuhan tenaga kerja profesional dan terampil di sejumlah bidang di negara yang secara diplomatik masuk dalam wilayah akreditasi KBRI Manila itu.

Baca Juga :  Program PLN Peduli Dukung Pengembangan Pendidikan Bagi 20.848 Penerima Manfaat di Semester I 2024

Misalnya, pekerja dengan kompetensi khusus seperti tenaga konstruksi, civil engineer, hingga tenaga kerja di sektor maritim, termasuk nakhoda dan pekerjaan lainnya di atas kapal.

“Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan,” ungkapnya.

Wamen Christina menambahkan, kementeriannya bersama KBRI Manila akan menindaklanjuti peluang tersebut dengan mempertemukan perusahaan calon pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) saat Trade Expo Indonesia (TEI), pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.

“Kami ingin memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau dengan lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasinya,” jelasnya.

Baca Juga :  PT SKM Salurkan Air Bersih hingga Tangani Karhutla di Tiga Desa Binaan Sukamara

“Selanjutnya akan berkoordinasi dengan KBRI Manila dan para pemangku kepentingan terkait untuk menindaklanjuti potensi penempatan pekerja migran ke Palau,” tambah Christina Aryani.(tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru