Menteri P2MI Luncurkan Asta Mandala SMK Go Global, Cetak Talenta Indonesia Berdaya Saing Global

“Mekanismenya sederhana, yaitu ada dulu kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ditentukan kompetensinya, kemudian dilakukan pelatihan. Prinsipnya adalah latih, kompeten, lalu tempatkan,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Program SMK Go Global akan menyiapkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor prioritas, seperti caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), hospitality, transportasi, hingga agrikultur.

Para lulusan akan diarahkan mengisi peluang kerja di sejumlah negara prioritas, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta negara-negara Eropa lainnya sesuai kebutuhan pasar kerja.

Pendaftaran peserta SMK Go Global dijadwalkan mulai dibuka pada 12 Agustus 2026 melalui 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.

Baca Juga :  Mukharudin Ajak Wujudkan Pemilu Serentak 2024 yang Damai dan Bermartabat

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Kalteng ini juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai filosofi penyelenggaraan program. Konsep tersebut terdiri atas Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir program.

Panca Sukses mencakup Sukses Kompetensi, Sukses Perlindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, dan Sukses Tata Kelola.

Melalui lima pilar tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya pekerja migran yang kompeten, terlindungi, memperoleh pekerjaan yang berkualitas, mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui remitansi, serta didukung tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, Tri Dampak yang ingin diwujudkan meliputi dampak sosial berupa meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional, serta dampak ekonomi melalui peningkatan remitansi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat devisa negara.

Baca Juga :  Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk di-OTT KPK Dinihari

“Asta Mandala SMK Go Global bukan sekadar kerangka penyelenggaraan program. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki daya saing global. Inilah yang kami sebut sebagai brain circulation,” ujar Mukhtarudin.

Menurutnya, konsep brain circulation akan menghasilkan talenta Indonesia yang memperoleh pengalaman internasional, memiliki kompetensi global, dan setelah kembali ke Tanah Air mampu membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, maupun berkontribusi pada pembangunan nasional.

“Mekanismenya sederhana, yaitu ada dulu kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ditentukan kompetensinya, kemudian dilakukan pelatihan. Prinsipnya adalah latih, kompeten, lalu tempatkan,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Program SMK Go Global akan menyiapkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor prioritas, seperti caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), hospitality, transportasi, hingga agrikultur.

Para lulusan akan diarahkan mengisi peluang kerja di sejumlah negara prioritas, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta negara-negara Eropa lainnya sesuai kebutuhan pasar kerja.

Electronic money exchangers listing

Pendaftaran peserta SMK Go Global dijadwalkan mulai dibuka pada 12 Agustus 2026 melalui 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.

Baca Juga :  Mukharudin Ajak Wujudkan Pemilu Serentak 2024 yang Damai dan Bermartabat

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Kalteng ini juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai filosofi penyelenggaraan program. Konsep tersebut terdiri atas Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir program.

Panca Sukses mencakup Sukses Kompetensi, Sukses Perlindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, dan Sukses Tata Kelola.

Melalui lima pilar tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya pekerja migran yang kompeten, terlindungi, memperoleh pekerjaan yang berkualitas, mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui remitansi, serta didukung tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Tri Dampak yang ingin diwujudkan meliputi dampak sosial berupa meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional, serta dampak ekonomi melalui peningkatan remitansi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat devisa negara.

Baca Juga :  Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk di-OTT KPK Dinihari

“Asta Mandala SMK Go Global bukan sekadar kerangka penyelenggaraan program. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki daya saing global. Inilah yang kami sebut sebagai brain circulation,” ujar Mukhtarudin.

Menurutnya, konsep brain circulation akan menghasilkan talenta Indonesia yang memperoleh pengalaman internasional, memiliki kompetensi global, dan setelah kembali ke Tanah Air mampu membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, maupun berkontribusi pada pembangunan nasional.

Terpopuler

Artikel Terbaru