Arab Saudi Murka 2 Bandara Diserang Houthi, Balas Serang 82 Target

PROKALTENG.CO-Arab Saudi memastikan serangan Houthi terhadap dua bandara internasional di Riyadh dan Abha tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Koalisi militer pimpinan Saudi mengklaim telah menghancurkan 82 target militer Houthi, sebagai balasan atas serangkaian serangan rudal dan drone yang menewaskan tiga orang serta melukai 36 lainnya.

Serangan Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha.

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengatakan kedua fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan pada Selasa dan Rabu.

“Pada hari Selasa dan Rabu… Bandara Abha International dan Bandara King Khalid International menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka,” kata otoritas penerbangan sipil Saudi dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Hilang saat Tsunami 2011, Setelah 10 Tahun, Korban Teridentifikasi

Korban tewas terdiri dari seorang warga Mesir dan seorang warga Aljazair di Bandara Abha, serta seorang warga Sudan di Bandara King Khalid, Riyadh.

Bagi Saudi, serangan terhadap bandara menjadi persoalan serius karena menyasar fasilitas sipil sekaligus mengancam keselamatan penumpang dan aktivitas penerbangan internasional.

Electronic money exchangers listing

Saudi Janji Serangan Houthi Tak Akan Berlalu

Koalisi militer pimpinan Saudi secara langsung menyalahkan Houthi atas serangan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu sebelumnya mengaku menembakkan rudal balistik ke Bandara King Khalid di Riyadh.

Koalisi Saudi mengatakan rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat. Mereka juga mengklaim telah menghancurkan platform peluncuran rudal yang digunakan untuk melancarkan serangan tersebut.

Baca Juga :  PLTN Darkhovin Diserang, Iran Ancam Balas AS

Namun, respons Saudi tidak berhenti pada upaya mencegat rudal, melainkan juga membalas serangan tersebut.

“Serangan brutal oleh Milisi Teroris Houthi terhadap objek sipil dan sipil di Kerajaan, yang paling baru menargetkan (dua bandara) tidak akan dibiarkan tanpa hukuman,” kata koalisi Saudi melalui tanggapan di platform X.

PROKALTENG.CO-Arab Saudi memastikan serangan Houthi terhadap dua bandara internasional di Riyadh dan Abha tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Koalisi militer pimpinan Saudi mengklaim telah menghancurkan 82 target militer Houthi, sebagai balasan atas serangkaian serangan rudal dan drone yang menewaskan tiga orang serta melukai 36 lainnya.

Serangan Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha.

Electronic money exchangers listing

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengatakan kedua fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan pada Selasa dan Rabu.

“Pada hari Selasa dan Rabu… Bandara Abha International dan Bandara King Khalid International menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka,” kata otoritas penerbangan sipil Saudi dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Hilang saat Tsunami 2011, Setelah 10 Tahun, Korban Teridentifikasi

Korban tewas terdiri dari seorang warga Mesir dan seorang warga Aljazair di Bandara Abha, serta seorang warga Sudan di Bandara King Khalid, Riyadh.

Bagi Saudi, serangan terhadap bandara menjadi persoalan serius karena menyasar fasilitas sipil sekaligus mengancam keselamatan penumpang dan aktivitas penerbangan internasional.

Saudi Janji Serangan Houthi Tak Akan Berlalu

Koalisi militer pimpinan Saudi secara langsung menyalahkan Houthi atas serangan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu sebelumnya mengaku menembakkan rudal balistik ke Bandara King Khalid di Riyadh.

Koalisi Saudi mengatakan rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat. Mereka juga mengklaim telah menghancurkan platform peluncuran rudal yang digunakan untuk melancarkan serangan tersebut.

Baca Juga :  PLTN Darkhovin Diserang, Iran Ancam Balas AS

Namun, respons Saudi tidak berhenti pada upaya mencegat rudal, melainkan juga membalas serangan tersebut.

“Serangan brutal oleh Milisi Teroris Houthi terhadap objek sipil dan sipil di Kerajaan, yang paling baru menargetkan (dua bandara) tidak akan dibiarkan tanpa hukuman,” kata koalisi Saudi melalui tanggapan di platform X.

Terpopuler

Artikel Terbaru