Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Riyadh memilih meningkatkan tekanan militer terhadap Houthi setelah fasilitas sipil di wilayahnya menjadi sasaran.
82 Target Houthi Jadi Sasaran Balasan
Tak lama setelah serangan ke bandara, koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah melancarkan serangan terhadap 82 target yang disebut sebagai sasaran militer yang sah.
Target yang diklaim dihancurkan mencakup fasilitas rudal balistik Houthi di kawasan pegunungan, pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, serta lokasi berkumpulnya pasukan Houthi.
Langkah tersebut berpotensi memperlebar eskalasi konflik yang kembali memanas di Yaman.
Serangan udara dan rudal kini tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga mulai berdampak langsung terhadap fasilitas penerbangan dan kawasan perkotaan.
Houthi sendiri mengklaim serangan ke Riyadh menggunakan rudal balistik menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas udara.
“Angkatan bersenjata kami baru saja menargetkan bandara King Khalid International di Riyadh dengan rudal balistik. Serangan itu akurat, karena kasih karunia Tuhan, dan mengakibatkan gangguan lalu lintas udara,” kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree juga melalui X.
Koalisi Saudi membantah keberhasilan serangan tersebut dengan menyatakan rudal berhasil dicegat.
Bandara Aden Diserang, Penerbangan Dialihkan
Sementara itu, mengutip France24, dampak serangan juga dirasakan di Yaman. Kantor berita pemerintah Saba melaporkan rudal dan drone menargetkan Bandara Aden, yang menjadi pusat pemerintahan sementara Yaman.
Salah satu rudal dilaporkan jatuh di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum sebuah penerbangan dari Kairo dijadwalkan tiba. Pesawat tersebut kemudian dialihkan ke Jeddah, Arab Saudi.
Houthi juga mengklaim menyerang konvoi pasokan militer di sekitar Bandara Aden.
Di sisi lain, juru bicara Houthi mengatakan kelompok tersebut turut melancarkan serangan terhadap Bandara Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.


