30.2 C
Jakarta
Tuesday, May 28, 2024
spot_img

Prancis Kecam Serangan Israel ke Konvoi Bantuan untuk Gaza

PROKALTENG.CO-Prancis mengecam serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel terhadap konvoi pembawa bantuan kemanusiaan dari Jordania yang menuju Jalur Gaza. Berbicara pada konferensi pers mingguan, Kamis (2/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Christophe Lemoine meminta Israel untuk mengizinkan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza sesuai putusan Mahkamah Internasional.

”Kami menyatakan solidaritas penuh kami dengan Jordania. Merupakan tanggung jawab pemerintah Israel untuk mengakhiri kekerasan Israel dan melindungi konvoi (bantuan) kemanusiaan,” kata Lemoine seperti dilansir dari Antara.

Israel telah melancarkan serangan tanpa henti di Gaza. Lebih dari 34.500 warga Palestina terbunuh dan ribuan orang lain terluka akibat kehancuran massal dan kurangnya kebutuhan pokok di Gaza.

Israel juga telah memberlakukan pengepungan yang melumpuhkan wilayah kantong Palestina tersebut, hingga menyebabkan sebagian besar penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Israel dituduh melakukan genosida di ICJ, yang pada Januari mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Baca Juga :  Tangani Warga Terdampak Banjir, Pemprov Kalteng Libatkan Dinas Terkait

Sementara itu, delegasi kelompok pejuang Palestina, Hamas, akan segera berkunjung ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Israel untuk gencatan senjata di Jalur Gaza.

Rencana itu disampaikan menyusul percakapan telepon antara pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel. Berdasar pernyataan Hamas pada Kamis (2/5), Hayeh mengatakan kepada Kamel bahwa sekelompok delegasi akan segera kembali ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi tuntutan rakyat Palestina dan menghentikan agresi Israel.

Haniyeh juga melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan mereka sepakat untuk melanjutkan diskusi yang sedang berlangsung terkait gencatan senjata.

Baca Juga :  Pria Tuli Gugat Situs Porno Karena Video Tak Pakai Teks

Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas telah dilakukan di Mesir dan Qatar, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang mencakup pertukaran tahanan. Tawanan Israel akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan warga Palestina dari penjara-penjara Israel.

Tel Aviv yakin bahwa lebih dari 130 warga Israel ditahan di Gaza, sementara Israel menahan sekitar 9.100 warga Palestina di penjaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Senin (29/4) bahwa Israel memberikan tawaran kepada Hamas untuk membebaskan warga Israel yang ditawan, yang berpotensi mengarah pada gencatan senjata di Gaza.

Tawaran baru tersebut mencakup kesediaan Israel untuk membahas pemulihan ketenangan berkelanjutan di Gaza setelah pembebasan awal sandera atas dasar kemanusiaan, kata dua pejabat Israel kepada situs berita Axios. (jpc)

PROKALTENG.CO-Prancis mengecam serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel terhadap konvoi pembawa bantuan kemanusiaan dari Jordania yang menuju Jalur Gaza. Berbicara pada konferensi pers mingguan, Kamis (2/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Christophe Lemoine meminta Israel untuk mengizinkan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza sesuai putusan Mahkamah Internasional.

”Kami menyatakan solidaritas penuh kami dengan Jordania. Merupakan tanggung jawab pemerintah Israel untuk mengakhiri kekerasan Israel dan melindungi konvoi (bantuan) kemanusiaan,” kata Lemoine seperti dilansir dari Antara.

Israel telah melancarkan serangan tanpa henti di Gaza. Lebih dari 34.500 warga Palestina terbunuh dan ribuan orang lain terluka akibat kehancuran massal dan kurangnya kebutuhan pokok di Gaza.

Israel juga telah memberlakukan pengepungan yang melumpuhkan wilayah kantong Palestina tersebut, hingga menyebabkan sebagian besar penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Israel dituduh melakukan genosida di ICJ, yang pada Januari mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Baca Juga :  Tangani Warga Terdampak Banjir, Pemprov Kalteng Libatkan Dinas Terkait

Sementara itu, delegasi kelompok pejuang Palestina, Hamas, akan segera berkunjung ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Israel untuk gencatan senjata di Jalur Gaza.

Rencana itu disampaikan menyusul percakapan telepon antara pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel. Berdasar pernyataan Hamas pada Kamis (2/5), Hayeh mengatakan kepada Kamel bahwa sekelompok delegasi akan segera kembali ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi tuntutan rakyat Palestina dan menghentikan agresi Israel.

Haniyeh juga melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan mereka sepakat untuk melanjutkan diskusi yang sedang berlangsung terkait gencatan senjata.

Baca Juga :  Pria Tuli Gugat Situs Porno Karena Video Tak Pakai Teks

Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas telah dilakukan di Mesir dan Qatar, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang mencakup pertukaran tahanan. Tawanan Israel akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan warga Palestina dari penjara-penjara Israel.

Tel Aviv yakin bahwa lebih dari 130 warga Israel ditahan di Gaza, sementara Israel menahan sekitar 9.100 warga Palestina di penjaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Senin (29/4) bahwa Israel memberikan tawaran kepada Hamas untuk membebaskan warga Israel yang ditawan, yang berpotensi mengarah pada gencatan senjata di Gaza.

Tawaran baru tersebut mencakup kesediaan Israel untuk membahas pemulihan ketenangan berkelanjutan di Gaza setelah pembebasan awal sandera atas dasar kemanusiaan, kata dua pejabat Israel kepada situs berita Axios. (jpc)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru