“Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan. Investor bukan hanya memperoleh potensi imbal hasil, melainkan juga investasi yang disalurkan dapat memberi dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” ujar Julie.
Dia menambahkan, penyaluran modal kepada UMKM juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian. Ketika modal disalurkan ke UMKM, dampaknya dapat meluas secara ekonomi.
“Melalui pembiayaan produktif, UMKM dapat memperoleh akses modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Julie Fauzie.
Julie Fauzie mengklaim, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di perdesaan dengan total pendanaan melebihi Rp 47 triliun. Pada 2025, UMKM binaan Amartha disebut turut mendorong terciptanya sekitar 90.000 lapangan kerja baru, dengan 86 persen di antaranya diisi perempuan.
Meski demikian, pakar keuangan mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, calon investor disarankan mempelajari legalitas, mekanisme pengelolaan dana, potensi imbal hasil, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan investasi.
Diversifikasi portofolio dan investasi sesuai kemampuan finansial tetap menjadi prinsip utama untuk menjaga kesehatan keuangan dalam jangka panjang. (jpc)
“Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan. Investor bukan hanya memperoleh potensi imbal hasil, melainkan juga investasi yang disalurkan dapat memberi dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” ujar Julie.
Dia menambahkan, penyaluran modal kepada UMKM juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian. Ketika modal disalurkan ke UMKM, dampaknya dapat meluas secara ekonomi.
“Melalui pembiayaan produktif, UMKM dapat memperoleh akses modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Julie Fauzie.
Julie Fauzie mengklaim, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di perdesaan dengan total pendanaan melebihi Rp 47 triliun. Pada 2025, UMKM binaan Amartha disebut turut mendorong terciptanya sekitar 90.000 lapangan kerja baru, dengan 86 persen di antaranya diisi perempuan.
Meski demikian, pakar keuangan mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, calon investor disarankan mempelajari legalitas, mekanisme pengelolaan dana, potensi imbal hasil, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan investasi.
Diversifikasi portofolio dan investasi sesuai kemampuan finansial tetap menjadi prinsip utama untuk menjaga kesehatan keuangan dalam jangka panjang. (jpc)