Karhutla di Palangka Raya Capai 11,5 Hektare, Tercatat 26 Kejadian Selama Musim Kemarau

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 26 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah setempat sejak memasuki musim kemarau 2026. Total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 11,5 hektare.

Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Budi Hendrikus Satria Budi mengatakan, kejadian karhutla tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya, dengan jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut.

“Total luasan yang sudah terjadi itu ada 11,5 hektare dengan total kejadian 26 kejadian. Semua terdapat di masing-masing kecamatan, yang paling banyak memang ada di Kecamatan Jekan Raya, kemudian Pahandut,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga :  Alhamdulillah...Palangka Raya Nihil Klaster Tahun Baru

Menurut Budi, sebagian besar kebakaran yang terjadi saat ini diduga berasal dari lahan milik masyarakat yang dibuka dan kemudian dibiarkan hingga terbakar. Selain itu, sejumlah kejadian juga ditemukan di kawasan rawa yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat.

“Yang terjadi saat ini banyak terjadi di lahan masyarakat yang memang sengaja dibuka kemudian dibiarkan terbakar. Ada juga beberapa kejadian di area rawa yang memang menjadi tempat masyarakat memancing,” katanya.

Dia menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan rawa menghadapi tantangan tersendiri karena lokasi yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya dan dukungan tambahan.

Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian terjadi di kawasan Jalan Danau Rangas. Kebakaran di lokasi tersebut memiliki luasan yang cukup besar dengan akses menuju titik api yang sulit ditembus oleh petugas di lapangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Banjir, Warga Manfaatkan Transportasi Kelotok ke Bereng Bengkel

“Salah satu kejadian kemarin yang ada di Jalan Danau Rangas itu cukup luas. Teman-teman harus masuk ke dalam dengan jangkauan jalan hampir satu kilometer dan sumber airnya susah,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Kota Palangka Raya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan BNPB guna mendapatkan bantuan penanganan melalui jalur udara.

“Kami berkoordinasi dengan provinsi melalui BNPB dan dibantu dengan water bombing menggunakan helikopter untuk membantu proses pemadaman,” pungkas Budi. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 26 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah setempat sejak memasuki musim kemarau 2026. Total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 11,5 hektare.

Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Budi Hendrikus Satria Budi mengatakan, kejadian karhutla tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya, dengan jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut.

“Total luasan yang sudah terjadi itu ada 11,5 hektare dengan total kejadian 26 kejadian. Semua terdapat di masing-masing kecamatan, yang paling banyak memang ada di Kecamatan Jekan Raya, kemudian Pahandut,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Alhamdulillah...Palangka Raya Nihil Klaster Tahun Baru

Menurut Budi, sebagian besar kebakaran yang terjadi saat ini diduga berasal dari lahan milik masyarakat yang dibuka dan kemudian dibiarkan hingga terbakar. Selain itu, sejumlah kejadian juga ditemukan di kawasan rawa yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat.

“Yang terjadi saat ini banyak terjadi di lahan masyarakat yang memang sengaja dibuka kemudian dibiarkan terbakar. Ada juga beberapa kejadian di area rawa yang memang menjadi tempat masyarakat memancing,” katanya.

Dia menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan rawa menghadapi tantangan tersendiri karena lokasi yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya dan dukungan tambahan.

Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian terjadi di kawasan Jalan Danau Rangas. Kebakaran di lokasi tersebut memiliki luasan yang cukup besar dengan akses menuju titik api yang sulit ditembus oleh petugas di lapangan.

Baca Juga :  Banjir, Warga Manfaatkan Transportasi Kelotok ke Bereng Bengkel

“Salah satu kejadian kemarin yang ada di Jalan Danau Rangas itu cukup luas. Teman-teman harus masuk ke dalam dengan jangkauan jalan hampir satu kilometer dan sumber airnya susah,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Kota Palangka Raya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan BNPB guna mendapatkan bantuan penanganan melalui jalur udara.

“Kami berkoordinasi dengan provinsi melalui BNPB dan dibantu dengan water bombing menggunakan helikopter untuk membantu proses pemadaman,” pungkas Budi. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru