5 Tips Investasi Bijak, Pakar Keuangan Bilang Jangan Tergiur Cuan Cepat Sebelum Pahami Ini

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dana darurat maupun uang hasil pinjaman untuk berinvestasi. Dana investasi sebaiknya berasal dari “uang dingin” yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Pahami tujuan investasi dan profil risiko

Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda. Mulai dari dana pendidikan, membeli rumah, persiapan pensiun, hingga menjaga nilai aset dari inflasi.

Karena itu, investor perlu memahami karakter risiko masing-masing sebelum menentukan produk investasi. Menurut Lolita, jangan sampai keputusan investasi hanya didorong rasa takut tertinggal tren atau melihat orang lain memperoleh keuntungan besar.

“Jangan berinvestasi hanya karena melihat orang lain mendapat imbal hasil atau takut tertinggal tren,” kata Lolita Setyawati.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Kembali Cetak Rekor Sejarah Rp18.151, Ringgit Malaysia Juga Ambruk

Dia menambahkan, kecemasan saat berinvestasi merupakan hal yang wajar, tetapi dapat dikurangi jika investor memahami mekanisme produk, potensi keuntungan, sekaligus risikonya.

  1. Pastikan produk investasi legal dan masuk akal

Maraknya pilihan investasi membuat masyarakat harus semakin selektif. Legalitas dan transparansi menjadi dua hal yang tidak boleh diabaikan.

“Prinsipnya sederhana, yaitu legal dan logis. Legal berarti produk tersebut memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait. Sementara, logis maksudnya kita memahami bagaimana pos keuangan dikelola, ke mana dana disalurkan, serta dari mana potensi imbal hasilnya berasal,” jelas Lolita.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dana darurat maupun uang hasil pinjaman untuk berinvestasi. Dana investasi sebaiknya berasal dari “uang dingin” yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Pahami tujuan investasi dan profil risiko

Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda. Mulai dari dana pendidikan, membeli rumah, persiapan pensiun, hingga menjaga nilai aset dari inflasi.

Karena itu, investor perlu memahami karakter risiko masing-masing sebelum menentukan produk investasi. Menurut Lolita, jangan sampai keputusan investasi hanya didorong rasa takut tertinggal tren atau melihat orang lain memperoleh keuntungan besar.

Electronic money exchangers listing

“Jangan berinvestasi hanya karena melihat orang lain mendapat imbal hasil atau takut tertinggal tren,” kata Lolita Setyawati.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Kembali Cetak Rekor Sejarah Rp18.151, Ringgit Malaysia Juga Ambruk

Dia menambahkan, kecemasan saat berinvestasi merupakan hal yang wajar, tetapi dapat dikurangi jika investor memahami mekanisme produk, potensi keuntungan, sekaligus risikonya.

  1. Pastikan produk investasi legal dan masuk akal

Maraknya pilihan investasi membuat masyarakat harus semakin selektif. Legalitas dan transparansi menjadi dua hal yang tidak boleh diabaikan.

“Prinsipnya sederhana, yaitu legal dan logis. Legal berarti produk tersebut memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait. Sementara, logis maksudnya kita memahami bagaimana pos keuangan dikelola, ke mana dana disalurkan, serta dari mana potensi imbal hasilnya berasal,” jelas Lolita.

Terpopuler

Artikel Terbaru