PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Maraknya musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu timbulnya sebaran kabut asap di berbagai wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat perhatian serius dari kalangan legislator.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hj. Faridawaty Darland Atjeh, meminta seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kalteng untuk bergerak cepat dan memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Faridawaty menegaskan, pekatnya sebaran kabut asap yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat berpotensi meningkatkan risiko penyakit pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi pihak yang paling merasakan dampak buruk dari penurunan kualitas udara tersebut.
“Kita minta seluruh dinas kesehatan, rumah sakit daerah, hingga puskesmas di tingkat kecamatan dan desa untuk bersiap penuh. Pelayanan kesehatan harus dimaksimalkan, jangan sampai ada warga yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak kabut asap ini terhambat pelayanannya,” ujar Faridawaty, Rabu (23/9/2026).
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini juga menyoroti pentingnya ketersediaan stok obat-obatan, tabung oksigen, serta alat pelindung diri seperti masker di setiap pos pemantauan dan faskes terdekat.
Langkah antisipasi dini perlu dilakukan agar krisis kesehatan dapat diredam sejak awal sebelum jumlah pasien ISPA melonjak drastis.
“Ketersediaan obat-obatan untuk ISPA, vitamin, hingga bantuan logistik kesehatan seperti masker gratis harus dipastikan aman dan terdistribusi secara merata, terutama di daerah-daerah yang kondisi paparan asapnya cukup pekat,” tegasnya.
Selain kesiapan infrastruktur medis, Faridawaty mendorong pemerintah daerah melalui instansi teknis untuk rutin membagikan masker secara gratis di titik-titik publik dan persimpangan jalan, serta menggencarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat Kalteng untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara berada pada tingkat tidak sehat.


