PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketiadaan program hilirisasi berskala besar di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menjadi sorotan. Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, mendorong Pemerintah Pusat untuk mulai memaksimalkan potensi komoditas lokal di Bumi Tambun Bungai.
Langkah ini diharapkan dapat membawa komoditas Kalteng masuk ke dalam agenda hilirisasi nasional. Menurut Arton, program hilirisasi yang digaungkan pusat sejauh ini belum menyentuh wilayahnya.
“Untuk di kalteng belum ada, mungkin daerah-daerah tertentu yang provinsi tertentu yang potensial kalau hilirisasi itu,” ujar Arton, dalam rapat Paripurna ke-7, Jumat (14/8/2026).
Kendati demikian, ia menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah pusat di masa mendatang. Hal ini didasari oleh kelimpahan bahan baku dan komoditas unggulan Kalteng yang sangat siap dikelola.
“Tapi mungkin saja dalam waktu yang akan datang, bisa saja (pemerintah pusat) melihat potensi daerah ya. Bahan baku dan lain sebagainya,” tambahnya.
Arton juga secara khusus menyoroti melimpahnya sumber daya alam (SDA) seperti batu bara di Kalteng. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk diolah menjadi gas rumah tangga. Namun, ia menyadari bahwa kewenangan eksekusi sepenuhnya berada di ranah Pemerintah Pusat.
“Saya kira itu kan kebijakan pusat ya, kita di daerah itu tidak punya kemampuan apa-apa. Jadi kita menunggu saja. Kalau Presiden menyatakan ada pemerataan demi kesejahteraan rakyat, karena kita ini bagian dari NKRI yang tentunya memiliki hak yang sama dengan di daerah lain,” terangnya.
Dia menegaskan pentingnya asas keadilan dalam setiap program pembangunan. Arton berharap kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayah-wilayah tertentu saja di Indonesia.
“Apapun kebijakan pemeeintah pusat, kita harapkan kebijakan itu jangan didaerah tertentu. Kalau memang mau memajukan negara ini, semua daerah ini harus mendapat perhatian yang sama. Karena setiap daerah pun punya hak yang sama,” pungkasnya. (her)


