Abdul Hafid: Sekolah Rakyat Jangan Sekadar Bangun Gedung, Tapi Ubah Masa Depan Anak

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup diukur dari megahnya bangunan dan lengkapnya fasilitas.

Lebih dari itu, program pendidikan gratis tersebut harus mampu mengubah kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan membuka jalan bagi masa depan mereka.

Itu disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat di Kotawaringin Timur, baru-baru ini.

“Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” kata Abdul Hafid.

Dalam kunjungannya, Abdul Hafid diterima Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari, M.Pd., bersama sejumlah tenaga pendidik dan wali asuh.

Baca Juga :  Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan

Abdul Hafid melihat langsung bahwa tantangan mendidik anak-anak di Sekolah Rakyat tidak sederhana.

Perbedaan karakter, kemampuan akademik, kondisi keluarga dan pengalaman sosial membuat pendekatan terhadap setiap siswa tidak bisa disamaratakan.

Electronic money exchangers listing

Karena itu, menurutnya, keberadaan guru dan wali asuh menjadi sangat penting.

Terlebih Sekolah Rakyat menggunakan sistem berasrama sehingga pendampingan terhadap siswa tidak berhenti setelah kegiatan belajar di ruang kelas selesai.

“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup diukur dari megahnya bangunan dan lengkapnya fasilitas.

Lebih dari itu, program pendidikan gratis tersebut harus mampu mengubah kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan membuka jalan bagi masa depan mereka.

Itu disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat di Kotawaringin Timur, baru-baru ini.

Electronic money exchangers listing

“Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” kata Abdul Hafid.

Dalam kunjungannya, Abdul Hafid diterima Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari, M.Pd., bersama sejumlah tenaga pendidik dan wali asuh.

Baca Juga :  Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan

Abdul Hafid melihat langsung bahwa tantangan mendidik anak-anak di Sekolah Rakyat tidak sederhana.

Perbedaan karakter, kemampuan akademik, kondisi keluarga dan pengalaman sosial membuat pendekatan terhadap setiap siswa tidak bisa disamaratakan.

Karena itu, menurutnya, keberadaan guru dan wali asuh menjadi sangat penting.

Terlebih Sekolah Rakyat menggunakan sistem berasrama sehingga pendampingan terhadap siswa tidak berhenti setelah kegiatan belajar di ruang kelas selesai.

“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru