Menurut Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur tersebut, keberhasilan Sekolah Rakyat pada akhirnya tidak cukup diukur dari kemegahan gedung maupun jumlah peserta didik.
Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pendidikan mampu mengubah kehidupan anak-anak yang sebelumnya berada dalam keterbatasan.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang cemerlang, berpendidikan, berkarakter, mandiri dan memiliki keberanian untuk bercita-cita tinggi.
“Jangan melihat mereka dari keadaan hari ini. Kalau dibina dengan baik, diberikan pendidikan dan kesempatan yang sama, kita tidak pernah tahu, kelak dari anak-anak ini bisa lahir guru, pengusaha, tenaga profesional bahkan pemimpin,” katanya.
Sebagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Abdul Hafid menilai Sekolah Rakyat harus terus dikawal dan disempurnakan.
Kekurangan tenaga pendidik, wali asuh maupun fasilitas yang masih ditemukan pada tahap awal perlu segera dievaluasi dan ditangani agar tujuan besar program benar-benar tercapai.
Bagi Abdul Hafid, investasi terbesar Sekolah Rakyat bukan semata bangunan yang berdiri di atas lahan luas. Investasi sesungguhnya adalah perubahan kehidupan anak-anak yang belajar dan tumbuh di dalamnya.
Anak-anak yang hari itu berlari dan bermain sepak bola di halaman sekolah mungkin belum memahami besarnya harapan yang sedang diletakkan di pundak mereka.
Namun di balik aktivitas sederhana itu, para guru dan wali asuh sedang menjalankan tugas penting: memastikan keterbatasan masa lalu tidak menjadi batas bagi masa depan mereka.
“Kita ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka sama berharganya dengan anak-anak lain dan mempunyai hak yang sama untuk bercita-cita. Kemiskinan jangan sampai mematikan harapan anak. Kalau Sekolah Rakyat mampu mengubah kehidupan mereka, maka negara bukan hanya membangun sekolah, tetapi sedang membangun masa depan sebuah generasi,” pungkas Abdul Hafid.(hfz)


