Abdul Hafid memberikan apresiasi kepada para pendidik dan wali asuh yang menjalankan peran tersebut.
Menurutnya, anak-anak bukan hanya membutuhkan pelajaran, tetapi juga perhatian, rasa aman, kedisiplinan, kasih sayang dan lingkungan yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri.
Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur sendiri sebelumnya memulai kegiatan di eks Asrama Haji Kompleks Islamic Center Sampit. Pada tahap rintisan tahun 2025, program tersebut menampung 100 peserta didik tingkat SD dan SMA.
Seiring pengembangan program, kegiatan pendidikan mulai menempati kompleks Sekolah Rakyat yang baru di kawasan Wengga Metropolitan, Sampit.
Kawasan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 67.930 meter persegi atau hampir 6,8 hektare dan dirancang sebagai kompleks pendidikan berasrama terintegrasi.
Pembangunan kompleks tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian. Berdasarkan peninjauan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama BPKP Kalimantan Tengah pada pertengahan Agustus 2026, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Abdul Hafid berharap penyelesaian infrastruktur diikuti dengan penguatan sumber daya manusia.
Ketersediaan tenaga pendidik dan wali asuh masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian seiring bertambahnya peserta didik dan berkembangnya aktivitas sekolah.
“Gedung yang bagus penting, fasilitas yang lengkap juga penting. Tetapi yang tidak kalah penting adalah orang-orang yang setiap hari mendampingi anak-anak ini. Guru dan wali asuh harus cukup karena merekalah yang memahami persoalan anak dan ikut membentuk karakter mereka,” tegasnya.
Abdul Hafid memberikan apresiasi kepada para pendidik dan wali asuh yang menjalankan peran tersebut.
Menurutnya, anak-anak bukan hanya membutuhkan pelajaran, tetapi juga perhatian, rasa aman, kedisiplinan, kasih sayang dan lingkungan yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri.
Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur sendiri sebelumnya memulai kegiatan di eks Asrama Haji Kompleks Islamic Center Sampit. Pada tahap rintisan tahun 2025, program tersebut menampung 100 peserta didik tingkat SD dan SMA.
Seiring pengembangan program, kegiatan pendidikan mulai menempati kompleks Sekolah Rakyat yang baru di kawasan Wengga Metropolitan, Sampit.
Kawasan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 67.930 meter persegi atau hampir 6,8 hektare dan dirancang sebagai kompleks pendidikan berasrama terintegrasi.
Pembangunan kompleks tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian. Berdasarkan peninjauan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama BPKP Kalimantan Tengah pada pertengahan Agustus 2026, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Abdul Hafid berharap penyelesaian infrastruktur diikuti dengan penguatan sumber daya manusia.
Ketersediaan tenaga pendidik dan wali asuh masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian seiring bertambahnya peserta didik dan berkembangnya aktivitas sekolah.
“Gedung yang bagus penting, fasilitas yang lengkap juga penting. Tetapi yang tidak kalah penting adalah orang-orang yang setiap hari mendampingi anak-anak ini. Guru dan wali asuh harus cukup karena merekalah yang memahami persoalan anak dan ikut membentuk karakter mereka,” tegasnya.