Legislator Ajak Masyarakat Tak Membakar Lahan di Musim Kemarau

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Memasuki Musim kemarau, intensitas hujan mulai mulai berkurang, hal ini juga terjadi di Kabupaten Murung Raya. Tentu hal ini beresiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Anggota DPRD Murung Raya Fredrich Dominggus Yoga menghimbau kepada masyarakat Murung Raya untuk tidak dalam melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakaran.

“Kita harus waspada dalam menghadapi musim kemarau. Sebab kabut asap sering terjadi setiap musim kemarau berlangsung karena terjadinya Karhutla,” tegas Yoga, Senin (27/7).

Kader PDIP ini mengatakan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tugas pemerintah kabupaten saja. Namun peran masyarakat turut andil agar peristiwa tersebut tidak terjadi.

Selain itu pembakaran lahan selain dapat menyebabkan Karhutla, larangan tersebut juga termasuk didalam aturan. Sehingga yang bersangkutan dapat menerima hukuman.

Baca Juga :  Terus Bersemangat dan Tingkatkan Gairah Membangun Menuju Mura Emas

“Kita berharap semua bisa berperan sehingga kemarau kali ini tidak terjadi kerugian yang besar dan orang-orang tidak banyak terdampak,” tegas Yoga.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi, patroli terpadu, serta pemantauan wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Electronic money exchangers listing

“Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” katanya.(pan)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Memasuki Musim kemarau, intensitas hujan mulai mulai berkurang, hal ini juga terjadi di Kabupaten Murung Raya. Tentu hal ini beresiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Anggota DPRD Murung Raya Fredrich Dominggus Yoga menghimbau kepada masyarakat Murung Raya untuk tidak dalam melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakaran.

“Kita harus waspada dalam menghadapi musim kemarau. Sebab kabut asap sering terjadi setiap musim kemarau berlangsung karena terjadinya Karhutla,” tegas Yoga, Senin (27/7).

Electronic money exchangers listing

Kader PDIP ini mengatakan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tugas pemerintah kabupaten saja. Namun peran masyarakat turut andil agar peristiwa tersebut tidak terjadi.

Selain itu pembakaran lahan selain dapat menyebabkan Karhutla, larangan tersebut juga termasuk didalam aturan. Sehingga yang bersangkutan dapat menerima hukuman.

Baca Juga :  Terus Bersemangat dan Tingkatkan Gairah Membangun Menuju Mura Emas

“Kita berharap semua bisa berperan sehingga kemarau kali ini tidak terjadi kerugian yang besar dan orang-orang tidak banyak terdampak,” tegas Yoga.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi, patroli terpadu, serta pemantauan wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” katanya.(pan)

Terpopuler

Artikel Terbaru