Dewan Ajak Masyarakat Jaga Sungai di Tengah Kemarau

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada menurunnya debit air sungai, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie mengajak pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian sungai serta menggunakan air secara bijak. Kamis, (13/8).

Bebie menilai sungai merupakan salah satu sumber penting bagi kehidupan masyarakat Murung Raya. Selain digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, sungai juga memiliki fungsi ekologis yang harus dipertahankan.

“Air adalah sumber kehidupan. Sungai menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kelestariannya harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Bebie di Puruk Cahu.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah sembarangan ke sungai. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menurunkan kualitas air sekaligus mengganggu ekosistem sungai.

Bebie juga meminta pemerintah desa dan kecamatan memperkuat kembali budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan menjaga sungai perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan dan Drainase di Palangka Raya Dinilai Berdampak Langsung Bagi Warga

Di sisi lain, dinas teknis diminta meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sumber air bersih.

Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, Bebie juga mengajak dunia usaha untuk berperan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam mendukung pelestarian daerah aliran sungai dan peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Dengan kolaborasi, kita bisa menjaga sumber air agar tetap tersedia dan berkualitas untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Bebie, musim kemarau harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan air secara hemat dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Imanudin Dorong Sinergi Budaya dan Lingkungan Berkelanjutan

Ketika debit sungai menurun, kebutuhan untuk menjaga kebersihan sumber air menjadi semakin penting. Sampah dan limbah yang masuk ke sungai dapat memberikan dampak lebih besar ketika volume air berkurang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing, seperti tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan bantaran sungai, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.

“Mari kita jadikan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan yang diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Bebie memastikan Komisi II DPRD Murung Raya akan terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“Sungai lestari, kehidupan masyarakat juga akan lebih terjaga. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (pan)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada menurunnya debit air sungai, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie mengajak pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian sungai serta menggunakan air secara bijak. Kamis, (13/8).

Bebie menilai sungai merupakan salah satu sumber penting bagi kehidupan masyarakat Murung Raya. Selain digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, sungai juga memiliki fungsi ekologis yang harus dipertahankan.

“Air adalah sumber kehidupan. Sungai menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kelestariannya harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Bebie di Puruk Cahu.

Electronic money exchangers listing

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah sembarangan ke sungai. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menurunkan kualitas air sekaligus mengganggu ekosistem sungai.

Bebie juga meminta pemerintah desa dan kecamatan memperkuat kembali budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan menjaga sungai perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan dan Drainase di Palangka Raya Dinilai Berdampak Langsung Bagi Warga

Di sisi lain, dinas teknis diminta meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sumber air bersih.

Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, Bebie juga mengajak dunia usaha untuk berperan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam mendukung pelestarian daerah aliran sungai dan peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Dengan kolaborasi, kita bisa menjaga sumber air agar tetap tersedia dan berkualitas untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Bebie, musim kemarau harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan air secara hemat dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Imanudin Dorong Sinergi Budaya dan Lingkungan Berkelanjutan

Ketika debit sungai menurun, kebutuhan untuk menjaga kebersihan sumber air menjadi semakin penting. Sampah dan limbah yang masuk ke sungai dapat memberikan dampak lebih besar ketika volume air berkurang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing, seperti tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan bantaran sungai, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.

“Mari kita jadikan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan yang diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Bebie memastikan Komisi II DPRD Murung Raya akan terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“Sungai lestari, kehidupan masyarakat juga akan lebih terjaga. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (pan)

Terpopuler

Artikel Terbaru