Masyarakat dan PLN Diminta Saling Memahami

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rumiadi memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik yang belakangan ini tengah terjadi di Kota Puruk Cahu.

Usai menghadiri HUT Bhayangkara di GPU Tira Tangka Balang di Puruk Cahu, Rumiadi mengimbau masyarakat untuk melihat permasalahan ini secara proporsional dan professional. Tentunya dengan memahami dasar hukum PLN sebagai badan usaha milik negara berbentuk perseroan terbatas (Persero).

“Persoalan mati lampu atau pemadaman ini, di satu sisi kita harus kritis, namun disisi lain kita juga perlu saling memahami. Pemadaman yang terjadi sejauh ini kan sifatnya teknis dan tidak sampai 1×24 jam penuh, melainkan hanya beberapa jam saja untuk pemeliharaan,” jelas Rumiadi, Rabu (1/7).

Baca Juga :  Gunakan Medsos dengan Bijak, Bukan untuk Memprovokasi

Selain itu Rumiadi juga memberikan perumpamaan bahwa layaknya manusia atau kendaraan, mesin pembangkit listrik juga memerlukan waktu pemeliharaan berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Menurut Rumiadi, dari sektor kontribusi daerah, seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pihak PLN sampai saat ini tidak memiliki kendala dan tetap memberikan kontribusi bagi daerah.

Kendati demikian, Rumiadi menyatakan selalu terbuka jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan dengar pendapat atau audiensi bersama pihak PLN melalui DPRD Murung Raya.

“Kami welcome jika masyarakat ingin melakukan audiensi dengan DPRD, nanti kita bisa undang pihak PLN untuk duduk bersama dan memberikan penjelasan langsung secara teknis,” pungkas Rumiadi.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu berdasarkan informasi dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Puruk Cahu, pemadaman bergilir dikarenakan adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem.

Baca Juga :  Dewan: Perumda Air Minum Harus Bisa Atasi Persoalan Layanan

“PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan. Oleh karena itu, pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akan dihentikan sementara secara terbatas,” demikian bunyi pengumuman PLN UPL Puruk Cahu melalui media sosial.(pan)

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rumiadi memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik yang belakangan ini tengah terjadi di Kota Puruk Cahu.

Usai menghadiri HUT Bhayangkara di GPU Tira Tangka Balang di Puruk Cahu, Rumiadi mengimbau masyarakat untuk melihat permasalahan ini secara proporsional dan professional. Tentunya dengan memahami dasar hukum PLN sebagai badan usaha milik negara berbentuk perseroan terbatas (Persero).

“Persoalan mati lampu atau pemadaman ini, di satu sisi kita harus kritis, namun disisi lain kita juga perlu saling memahami. Pemadaman yang terjadi sejauh ini kan sifatnya teknis dan tidak sampai 1×24 jam penuh, melainkan hanya beberapa jam saja untuk pemeliharaan,” jelas Rumiadi, Rabu (1/7).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Gunakan Medsos dengan Bijak, Bukan untuk Memprovokasi

Selain itu Rumiadi juga memberikan perumpamaan bahwa layaknya manusia atau kendaraan, mesin pembangkit listrik juga memerlukan waktu pemeliharaan berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Menurut Rumiadi, dari sektor kontribusi daerah, seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pihak PLN sampai saat ini tidak memiliki kendala dan tetap memberikan kontribusi bagi daerah.

Kendati demikian, Rumiadi menyatakan selalu terbuka jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan dengar pendapat atau audiensi bersama pihak PLN melalui DPRD Murung Raya.

“Kami welcome jika masyarakat ingin melakukan audiensi dengan DPRD, nanti kita bisa undang pihak PLN untuk duduk bersama dan memberikan penjelasan langsung secara teknis,” pungkas Rumiadi.

Sementara itu berdasarkan informasi dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Puruk Cahu, pemadaman bergilir dikarenakan adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem.

Baca Juga :  Dewan: Perumda Air Minum Harus Bisa Atasi Persoalan Layanan

“PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan. Oleh karena itu, pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akan dihentikan sementara secara terbatas,” demikian bunyi pengumuman PLN UPL Puruk Cahu melalui media sosial.(pan)

Terpopuler

Artikel Terbaru