30 C
Jakarta
Saturday, July 13, 2024
spot_img

Senang Harga Rotan Berpihak Pada Petani

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
– Angin segar buat para petani rotan di Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya saat ini harga rotan mulai naik
dibandingkan beberapa bulan lalu. Hal ini akan membuat penghasilan para petani
rotan akan sedikit meningkat.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten
Kotim H. Abdul Kadir mengaku senang karena harga rotan saat ini berpihak kepada
para petani rotan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, karena rotan
merupakan salah satu komoditas yang bisa menyelamatkan perekonomian masyarakat
sehingga tetap stabil dan mampu bertahan.

“Saya bersukur
saat ini harganya rotan mencapai Rp 4.000 per kilogramnya, maka saat ini banyak
petani yang melakukan pemanenan, semoga harganya akan selalu stabil. Apalagi
kalau harganya sampai tembus Rp 4.500 hingga Rp. 5000 ini sangat menguntungkan
bagi para petani kita,” ucapnya saat dibincangi diruang kerjannya Senin
(8/2).

Baca Juga :  Pengembangan Produk Unggulan Mendorong Ekonomi Kerakyatan

Abdul Kadir juga
memberi perhatian serius terhadap kondisi sektor rotan, karena banyak warga di
daerah ini merupakan petani, perajin dan pelaku usaha rotan. Sektor rotan masih
menjadi andalan penghasilan sebagian masyarakat Kabupaten Kotim. Rotan di
daerah ini dibudidayakan oleh masyarakat secara turun-temurun.

“Sektor rotan ini
terpuruk ketika pemerintah pusat melarang ekspor rotan mentah pada akhir 2011
lalu. Kini sektor rotan mulai menggeliat dan diharapkan terus membaik sehingga
diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Kotim
ini,”ujarnya.

Politikus Partai Golkar
ini juga mengatakan, sebelumnya harga rotan Rp2.600 per kilogram, kemudian berangsur
naik hingga kini menjadi Rp4.000 per kilogram. Hal ini merupakan perkembangan
yang positif dan  diharapkan terus
terjadi karena sebagian besar masyarakat memasarkan rotan mentah bukan yang
setengah jadi.

Baca Juga :  Soroti Kasus Penganiayaan Anak, Ini Pesan Wakil Rakyat di Sampit

“Dengan harga Rp 4.000 per kilogramnya ini
cukup masuk dengan hitungan dan juga dapat menguntungkan para petani rotan.
Semoga harga rotan terus naik, dan para petani tambah bersemangat melakukan
pemanenan, karena selama ini mereka memanen hanya bertahan untuk hidup
sementara pekerjaan mereka tidak ada lagi,” tutupnya.

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
– Angin segar buat para petani rotan di Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya saat ini harga rotan mulai naik
dibandingkan beberapa bulan lalu. Hal ini akan membuat penghasilan para petani
rotan akan sedikit meningkat.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten
Kotim H. Abdul Kadir mengaku senang karena harga rotan saat ini berpihak kepada
para petani rotan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, karena rotan
merupakan salah satu komoditas yang bisa menyelamatkan perekonomian masyarakat
sehingga tetap stabil dan mampu bertahan.

“Saya bersukur
saat ini harganya rotan mencapai Rp 4.000 per kilogramnya, maka saat ini banyak
petani yang melakukan pemanenan, semoga harganya akan selalu stabil. Apalagi
kalau harganya sampai tembus Rp 4.500 hingga Rp. 5000 ini sangat menguntungkan
bagi para petani kita,” ucapnya saat dibincangi diruang kerjannya Senin
(8/2).

Baca Juga :  Pengembangan Produk Unggulan Mendorong Ekonomi Kerakyatan

Abdul Kadir juga
memberi perhatian serius terhadap kondisi sektor rotan, karena banyak warga di
daerah ini merupakan petani, perajin dan pelaku usaha rotan. Sektor rotan masih
menjadi andalan penghasilan sebagian masyarakat Kabupaten Kotim. Rotan di
daerah ini dibudidayakan oleh masyarakat secara turun-temurun.

“Sektor rotan ini
terpuruk ketika pemerintah pusat melarang ekspor rotan mentah pada akhir 2011
lalu. Kini sektor rotan mulai menggeliat dan diharapkan terus membaik sehingga
diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Kotim
ini,”ujarnya.

Politikus Partai Golkar
ini juga mengatakan, sebelumnya harga rotan Rp2.600 per kilogram, kemudian berangsur
naik hingga kini menjadi Rp4.000 per kilogram. Hal ini merupakan perkembangan
yang positif dan  diharapkan terus
terjadi karena sebagian besar masyarakat memasarkan rotan mentah bukan yang
setengah jadi.

Baca Juga :  Soroti Kasus Penganiayaan Anak, Ini Pesan Wakil Rakyat di Sampit

“Dengan harga Rp 4.000 per kilogramnya ini
cukup masuk dengan hitungan dan juga dapat menguntungkan para petani rotan.
Semoga harga rotan terus naik, dan para petani tambah bersemangat melakukan
pemanenan, karena selama ini mereka memanen hanya bertahan untuk hidup
sementara pekerjaan mereka tidak ada lagi,” tutupnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru