Life Jacket Ditemukan di Selat Sunda, Basarnas Verifikasi Kepemilikan 5 Jurnalis yang Hilang

PROKALTENG.CO-Operasi SAR hari ketiga pencarian lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan liputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, mulai membuahkan petunjuk baru.

Tim SAR Gabungan menemukan satu unit life jacket dan pelampung di tengah penyisiran area perairan pada Kamis (10/9).

Temuan tersebut didapatkan oleh armada KAL Anyer saat menyisir Sektor F pada pukul 15.32 WIB di koordinat 06°04’30.00″ LS. Selain itu, petugas juga mengamankan pelampung tambahan di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.

Meski begitu, pihak berwenang belum bisa memastikan secara pasti kepemilikan barang-barang tersebut. Proses verifikasi intensif masih berjalan untuk mencocokkan temuan dengan identitas speed boat yang membawa delapan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang berada di perairan Selat Sunda langsung ditindaklanjuti untuk memperjelas titik terang lokasi korban.

Baca Juga :  Pastikan Selesaikan Kasus Firli, Kapolda Metro Jaya: Tinggal Fase Terakhir

“Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari,” tegas Al Amrad, Kamis (10/9).

Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile persegi. Penyisiran difokuskan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Mulai dari sisi tenggara, utara, barat daya, hingga barat laut.

Electronic money exchangers listing

Pencarian besar-besaran ini mengerahkan belasan armada laut dan udara, termasuk KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, Helikopter HR 3604, serta bantuan dari kapal nelayan lokal. Namun, penyisiran di Sektor A, B, C, D, dan E sejauh ini masih nihil.

Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan alam yang tidak ringan. Cuaca di sekitar perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan tebal dengan tiupan angin dari selatan ke utara berkecepatan 15 knot, serta gelombang laut yang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter.

Baca Juga :  WP KPK Minta Buzzer Hentikan Pembunuhan Karakter Novel Baswedan

Al Amrad memastikan bahwa faktor keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem tersebut.

“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” tambah Al Amrad.

Hingga Operasi SAR H.3 ditutup, keberadaan delapan korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan menggelar evaluasi menyeluruh atas hasil temuan lapangan untuk menentukan strategi pencarian di hari berikutnya. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Operasi SAR hari ketiga pencarian lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan liputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, mulai membuahkan petunjuk baru.

Tim SAR Gabungan menemukan satu unit life jacket dan pelampung di tengah penyisiran area perairan pada Kamis (10/9).

Temuan tersebut didapatkan oleh armada KAL Anyer saat menyisir Sektor F pada pukul 15.32 WIB di koordinat 06°04’30.00″ LS. Selain itu, petugas juga mengamankan pelampung tambahan di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.

Electronic money exchangers listing

Meski begitu, pihak berwenang belum bisa memastikan secara pasti kepemilikan barang-barang tersebut. Proses verifikasi intensif masih berjalan untuk mencocokkan temuan dengan identitas speed boat yang membawa delapan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang berada di perairan Selat Sunda langsung ditindaklanjuti untuk memperjelas titik terang lokasi korban.

Baca Juga :  Pastikan Selesaikan Kasus Firli, Kapolda Metro Jaya: Tinggal Fase Terakhir

“Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari,” tegas Al Amrad, Kamis (10/9).

Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile persegi. Penyisiran difokuskan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Mulai dari sisi tenggara, utara, barat daya, hingga barat laut.

Pencarian besar-besaran ini mengerahkan belasan armada laut dan udara, termasuk KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, Helikopter HR 3604, serta bantuan dari kapal nelayan lokal. Namun, penyisiran di Sektor A, B, C, D, dan E sejauh ini masih nihil.

Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan alam yang tidak ringan. Cuaca di sekitar perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan tebal dengan tiupan angin dari selatan ke utara berkecepatan 15 knot, serta gelombang laut yang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter.

Baca Juga :  WP KPK Minta Buzzer Hentikan Pembunuhan Karakter Novel Baswedan

Al Amrad memastikan bahwa faktor keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem tersebut.

“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” tambah Al Amrad.

Hingga Operasi SAR H.3 ditutup, keberadaan delapan korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan menggelar evaluasi menyeluruh atas hasil temuan lapangan untuk menentukan strategi pencarian di hari berikutnya. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru