PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang beredar di media social, sebelum memastikan kebenarannya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi hoaks yang semakin marak di ruang digital.
“Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain, baik melalui media sosial maupun grup percakapan seperti WhatsApp,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Erwindy, S.STP, MSi.
Menurutnya. Masyarakat perlu membiasakan diri menggali informasi dan memastikan sumbernya sebelum mempercayai sebuah informasi. Terlebih, informasi hoax kerap dibuat dengan menggunakan judul atau tawaran yang menggiurkan untuk menarik perhatian masyarakat.
“Harus cek dulu informasinya, cek dulu kebenarannya, baru bisa mengirimkan informasi ke WhatsApp grup keluarga dan lain-lain,” ujar Erwindy.
Ia mencontohkan. Informasi yang menawarkan barang dengan harga jauh di bawah harga normal perlu dicermati. Misalnya, telepon seluler yang seharusnya memiliki harga puluhan juta rupiah, tetapi tiba-tiba ditawarkan hanya beberapa juta rupiah.
Menurut Erwindy, informasi dengan tawaran yang terlihat terlalu bagus atau tidak masuk akal menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Masyarakat diminta tidak langsung tergiur sebelum melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Katakanlah ketika ada handphone iPhone 17 Pro Max yang harusnya puluhan juta dijual cuma 3 juta, Nah hal-hal yang sifatnya wow, yang di luar akal seperti itu harus segera di-cross-check ulang, pastikan ke sumber yang benar,” katanya.
Selain melakukan pengecekan fakta, Erwindy juga mengingatkan generasi muda untuk lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi di ruang digital. Konten edukatif dan informasi dari kanal resmi dinilai lebih layak dijadikan rujukan.
“Silakan bisa memfilter, bisa memilih konten-konten mana yang edukatif, konten-konten yang official, yang resmi, Jadi jangan sampai terpapar katakanlah isu-isu kekerasan, radikalisme, itu jangan.” tuturnya.
Ia juga meminta masyarakat, khususnya generasi muda, menghindari konten yang berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti kekerasan dan radikalisme. Menurutnya, informasi sebaiknya diperoleh dari kanal terpercaya serta media yang memiliki sumber dan pemberitaan yang jelas.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi pengguna ruang digital yang lebih kritis, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tidak ikut memperluas penyebaran hoaks di tengah masyarakat.(mg3)


