PROKALTENG.CO – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) serta lembaga pendidikan vokasi untuk memperkuat ekosistem penyiapan sumber daya manusia (SDM) berstandar internasional melalui program SMK Go Global.
Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas calon Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia melalui program SMK Go Global untuk pasar kerja luar negeri tersebut dilaksanakan di Undip, Semarang, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan kerja, hingga lembaga pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Turut hadir Wakil Rektor II Universitas Diponegoro Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., jajaran Dekan, Ketua Senat, para Wakil Dekan, Ketua Departemen, dan Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.
Turut hadir Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Abri Danar Prabawa, S.E., M.P.A.; Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Rr. Lia Parisiana Kr., S.S.; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz, S.E., M.Si.; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng.; serta Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani, S.H.
Kegiatan ini juga melibatkan BLK Sragen dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia(P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja internasional.
“Profil pekerja migran kita hari ini sekitar 80 persen masih didominasi oleh sektor domestic worker. Ke depan kita ingin menggeser komposisi tersebut secara bertahap, sehingga semakin banyak pekerja migran Indonesia yang masuk ke sektor skilled worker, bahkan sampai pada level expert dan jabatan di atas middle manager,” ujar Dzulfikar, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, perubahan profil PMI tersebut membutuhkan penyiapan SDM sejak dari bangku pendidikan. Karena itu, pemerintah mendorong agar keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, dan sertifikasi dapat dipersiapkan lebih awal sehingga lulusan pendidikan vokasi memiliki pilihan untuk memasuki pasar kerja internasional.
“Yang kita lakukan hari ini di Undip, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, maupun di Sragen merupakan bagian dari upaya kita menyiapkan sumber daya manusia. Kita ingin memastikan calon pekerja migran memiliki skill, kemampuan bahasa, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan,” jelasnya.
256 Ribu Peluang Kerja Global
Dzulfikar mengungkapkan, peluang kerja luar negeri yang tersedia masih sangat besar. Namun, tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah kemampuan dalam menyiapkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi negara tujuan.


