KP2MI Perkuat Sinergi Vokasi Lewat SMK Go Global, Undip Siapkan Talenta Pasar Internasional

Pada 2024, terdapat sekitar 1,2 juta job order yang belum dapat terserap. Pemerintah kemudian melakukan kurasi terhadap job order yang masih tersedia, dinamis, maupun yang telah kedaluwarsa. Dari proses tersebut, pada 2026 terdapat sekitar 256 ribu job order yang menjadi gambaran peluang kerja yang dapat dimanfaatkan Pekerja Migran Indonesia.

“Beberapa tahun lalu, sekitar 2024, order yang belum bisa terserap sebesar 1,2 juta job order. Dalam perjalanannya kami melakukan kurasi antara job order yang masih ready, dinamis, dan yang sudah expired. Tahun ini kita mendapatkan gambaran kurang lebih sekitar 256 ribu job order,” ungkapnya.

Salah satu contoh adalah kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Jerman. Berdasarkan materi yang disampaikan, Jerman membutuhkan sekitar 10 ribu pekerja setiap tahun, sementara Indonesia baru mampu menyuplai sekitar 150 hingga 200 orang per tahun.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan Daerah, Okki Maulana Tekankan Pentingnya SDM Unggul

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Dzulfikar menilai penguasaan bahasa menjadi salah satu faktor penting. Untuk bekerja di negara seperti Jerman, calon Pekerja Migran Indonesia harus memiliki kemampuan bahasa yang memenuhi standar negara tujuan.

Karena itu, pembelajaran bahasa perlu dilakukan sejak dini bersamaan dengan peningkatan kompetensi teknis.

Migrant Center Didorong Jadi Pusat Penyiapan Talenta

Electronic money exchangers listing

KP2MI juga mendorong penguatan peran Migrant Center yang berada di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia.

Migrant Center diharapkan mampu melakukan pemetaan potensi sejak awal, sehingga mahasiswa dan calon tenaga kerja dapat mempersiapkan keterampilan serta kemampuan bahasa sesuai dengan kebutuhan negara tujuan sebelum menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga :  Pakar Hukum Pidana: Harusnya Denny Siregar Juga Diproses

“Kita berharap Migrant Center yang dimiliki Undip ini bisa mencetak talenta-talenta muda yang insyaallah mampu menyuplai pasar global dunia. Ini kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk ikut terlibat dalam pembangunan blok ekonomi baru yang sedang dilakukan berbagai negara,” kata Dzulfikar.

Pada 2024, terdapat sekitar 1,2 juta job order yang belum dapat terserap. Pemerintah kemudian melakukan kurasi terhadap job order yang masih tersedia, dinamis, maupun yang telah kedaluwarsa. Dari proses tersebut, pada 2026 terdapat sekitar 256 ribu job order yang menjadi gambaran peluang kerja yang dapat dimanfaatkan Pekerja Migran Indonesia.

“Beberapa tahun lalu, sekitar 2024, order yang belum bisa terserap sebesar 1,2 juta job order. Dalam perjalanannya kami melakukan kurasi antara job order yang masih ready, dinamis, dan yang sudah expired. Tahun ini kita mendapatkan gambaran kurang lebih sekitar 256 ribu job order,” ungkapnya.

Salah satu contoh adalah kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Jerman. Berdasarkan materi yang disampaikan, Jerman membutuhkan sekitar 10 ribu pekerja setiap tahun, sementara Indonesia baru mampu menyuplai sekitar 150 hingga 200 orang per tahun.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dorong Pembangunan Daerah, Okki Maulana Tekankan Pentingnya SDM Unggul

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Dzulfikar menilai penguasaan bahasa menjadi salah satu faktor penting. Untuk bekerja di negara seperti Jerman, calon Pekerja Migran Indonesia harus memiliki kemampuan bahasa yang memenuhi standar negara tujuan.

Karena itu, pembelajaran bahasa perlu dilakukan sejak dini bersamaan dengan peningkatan kompetensi teknis.

Migrant Center Didorong Jadi Pusat Penyiapan Talenta

KP2MI juga mendorong penguatan peran Migrant Center yang berada di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia.

Migrant Center diharapkan mampu melakukan pemetaan potensi sejak awal, sehingga mahasiswa dan calon tenaga kerja dapat mempersiapkan keterampilan serta kemampuan bahasa sesuai dengan kebutuhan negara tujuan sebelum menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga :  Pakar Hukum Pidana: Harusnya Denny Siregar Juga Diproses

“Kita berharap Migrant Center yang dimiliki Undip ini bisa mencetak talenta-talenta muda yang insyaallah mampu menyuplai pasar global dunia. Ini kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk ikut terlibat dalam pembangunan blok ekonomi baru yang sedang dilakukan berbagai negara,” kata Dzulfikar.

Terpopuler

Artikel Terbaru