Wamen P2MI Hadiri Pengenalan Kampus Unimus, Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengajak para mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) untuk membekali diri dengan kemampuan belajar secara berkelanjutan atau learning agility guna menghadapi perubahan dunia yang bergerak semakin cepat.

Pesan tersebut disampaikan Wamen Dzulfikar saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Unimus pada Senin (7/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen menekankan bahwa dunia yang akan dihadapi mahasiswa saat ini akan sangat berbeda dengan dunia yang mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Dunia yang adik-adik akan hadapi besok itu totally different, sepenuhnya dunia yang berbeda,” tutur Wamen Dzulfikar.

Wamen Dzulfikar mengibaratkan perkembangan manusia dengan perkembangan teknologi, salah satunya melalui perubahan telepon pintar.

Baca Juga :  PLN UIP Kalbagteng Bantu Korban Kebakaran Pulau Sebuku

Teknologi yang pernah menjadi produk unggulan pada masanya dapat kehilangan relevansi ketika muncul teknologi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, kondisi serupa dapat terjadi pada manusia. Pendidikan tinggi tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses memperoleh gelar, tetapi harus menjadi ruang untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi.

Electronic money exchangers listing

“Anda tidak boleh tumbuh menjadi manusia yang old version, menjadi versi yang tidak dibutuhkan lagi oleh zaman. Maka bersyukurlah dan berbanggalah karena Anda bisa melanjutkan di kampus yang mampu menjamin masa depan adik-adik sekalian itu selalu up to date, selalu dibutuhkan oleh kondisi zaman,” lanjut Dzulfikar.

Learning Agility Jadi Kunci

Wamen Dzulfikar menegaskan, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa adalah learning agility, yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Ini Motivasi Gubernur untuk Mahasiswa Baru UIN Palangka Raya

Ia mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengajak para mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) untuk membekali diri dengan kemampuan belajar secara berkelanjutan atau learning agility guna menghadapi perubahan dunia yang bergerak semakin cepat.

Pesan tersebut disampaikan Wamen Dzulfikar saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Unimus pada Senin (7/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen menekankan bahwa dunia yang akan dihadapi mahasiswa saat ini akan sangat berbeda dengan dunia yang mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

Electronic money exchangers listing

“Dunia yang adik-adik akan hadapi besok itu totally different, sepenuhnya dunia yang berbeda,” tutur Wamen Dzulfikar.

Wamen Dzulfikar mengibaratkan perkembangan manusia dengan perkembangan teknologi, salah satunya melalui perubahan telepon pintar.

Baca Juga :  PLN UIP Kalbagteng Bantu Korban Kebakaran Pulau Sebuku

Teknologi yang pernah menjadi produk unggulan pada masanya dapat kehilangan relevansi ketika muncul teknologi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, kondisi serupa dapat terjadi pada manusia. Pendidikan tinggi tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses memperoleh gelar, tetapi harus menjadi ruang untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi.

“Anda tidak boleh tumbuh menjadi manusia yang old version, menjadi versi yang tidak dibutuhkan lagi oleh zaman. Maka bersyukurlah dan berbanggalah karena Anda bisa melanjutkan di kampus yang mampu menjamin masa depan adik-adik sekalian itu selalu up to date, selalu dibutuhkan oleh kondisi zaman,” lanjut Dzulfikar.

Learning Agility Jadi Kunci

Wamen Dzulfikar menegaskan, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa adalah learning agility, yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Ini Motivasi Gubernur untuk Mahasiswa Baru UIN Palangka Raya

Ia mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.

Terpopuler

Artikel Terbaru