Sebaliknya, perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menuntut setiap individu untuk terus memperbarui kemampuan.
“Kunci yang pertama supaya kita tidak memiliki nasib seperti teknologi zaman dulu ini, Anda semua harus punya learning agility. Harus punya kemampuan untuk belajar,” tuturnya.
Menurut Wamen Dzulfikar, kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi semakin penting karena perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Pengetahuan dan keterampilan yang relevan hari ini dapat berubah dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, mahasiswa Unimus didorong untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membangun kapasitas diri, memperluas wawasan, menguasai berbagai literatur, serta meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia yang semakin terbuka.
Kampus sebagai Ruang Menyiapkan Generasi Masa Depan
Wamen Dzulfikar juga menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi lulusan yang memiliki ijazah, tetapi harus menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan kemampuan adaptasi.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen P2MI hadir bersama Direktur Vokasi Abri Danar, Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Lia Parisiana, serta Kepala Balai Jawa Tengah Dewi Aryani. Turut hadir Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Edi Wuryanto, S.Kep., M.Kep., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd.
Kehadiran jajaran KP2MI dalam kegiatan mahasiswa baru Unimus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun SDM Indonesia yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.
Wamen Dzulfikar mengajak mahasiswa baru untuk tidak cepat merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki. Menurutnya, dunia terus bergerak dan membutuhkan manusia yang mampu mengikuti perubahan tersebut.


