BMKG Ungkap Peluang Hujan di Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap peluang hujan mulai muncul di Kalteng dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan yang diprakirakan masih bersifat ringan maupun lokal dan belum merata di seluruh wilayah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, mengatakan hingga 2 September 2026, hujan belum terpantau terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

“Sampai dengan tanggal 2 September 2026, tidak terpantau adanya hujan di sebagian besar wilayah Kalteng. Prakiraan hujan berpotensi hujan ringan maupun hujan lokal untuk tanggal 3 hingga 4 September 2026 di wilayah Kalteng bagian utara,” terang Renianata.

Ia menjelaskan, peluang hujan kemudian diprakirakan meluas secara bertahap. Pada 5 hingga 6 September 2026, hujan ringan maupun hujan lokal berpotensi terjadi di wilayah Kalteng bagian utara dan timur.

Baca Juga :  Sigap! Kapolresta Palangkaraya Turun Langsung Tangani Laka Lantas

Sementara pada 7 hingga 8 September 2026, hujan dengan intensitas ringan maupun hujan lokal diprakirakan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

Meski peluang hujan mulai muncul, kondisi atmosfer dan kualitas udara di Palangka Raya masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan, kecepatan angin pada pukul 12.00 WIB tercatat 5,6 kilometer per jam dengan kelembapan udara 43 persen.

Di sisi lain, kualitas udara hingga pukul 11.00 WIB berada pada angka 164,9 µg/m³. Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Jarak pandang maksimal juga tercatat hanya sekitar 4 kilometer.

Electronic money exchangers listing

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi karhutla meski peluang hujan mulai muncul.

Baca Juga :  Dewan Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api. Hal ini penting mengingat kondisi lahan yang masih rawan terbakar dan cuaca yang belum sepenuhnya mendukung terjadinya hujan merata.

Selain mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan.

Kecepatan laporan dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan. Dengan demikian, api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menyebabkan luasan lahan terbakar semakin besar. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap peluang hujan mulai muncul di Kalteng dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan yang diprakirakan masih bersifat ringan maupun lokal dan belum merata di seluruh wilayah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, mengatakan hingga 2 September 2026, hujan belum terpantau terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

“Sampai dengan tanggal 2 September 2026, tidak terpantau adanya hujan di sebagian besar wilayah Kalteng. Prakiraan hujan berpotensi hujan ringan maupun hujan lokal untuk tanggal 3 hingga 4 September 2026 di wilayah Kalteng bagian utara,” terang Renianata.

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, peluang hujan kemudian diprakirakan meluas secara bertahap. Pada 5 hingga 6 September 2026, hujan ringan maupun hujan lokal berpotensi terjadi di wilayah Kalteng bagian utara dan timur.

Baca Juga :  Sigap! Kapolresta Palangkaraya Turun Langsung Tangani Laka Lantas

Sementara pada 7 hingga 8 September 2026, hujan dengan intensitas ringan maupun hujan lokal diprakirakan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

Meski peluang hujan mulai muncul, kondisi atmosfer dan kualitas udara di Palangka Raya masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan, kecepatan angin pada pukul 12.00 WIB tercatat 5,6 kilometer per jam dengan kelembapan udara 43 persen.

Di sisi lain, kualitas udara hingga pukul 11.00 WIB berada pada angka 164,9 µg/m³. Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Jarak pandang maksimal juga tercatat hanya sekitar 4 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi karhutla meski peluang hujan mulai muncul.

Baca Juga :  Dewan Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api. Hal ini penting mengingat kondisi lahan yang masih rawan terbakar dan cuaca yang belum sepenuhnya mendukung terjadinya hujan merata.

Selain mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan.

Kecepatan laporan dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan. Dengan demikian, api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menyebabkan luasan lahan terbakar semakin besar. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru