PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Fredrich Dominggus Yoga. Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran. Yoga menilai kondisi lahan yang mulai kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama saat cuaca panas dan curah hujan rendah.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas apabila kondisi sekitar kering,” ujar Yoga, Selasa (18/8).
Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat justru sangat penting, terutama dalam mencegah munculnya titik api sejak dini. Yoga juga meminta warga yang hendak membuka maupun membersihkan lahan memilih cara yang lebih aman tanpa menggunakan api.
Langkah tersebut dinilai dapat menekan risiko kebakaran, sekaligus menjaga lingkungan dari dampak kerusakan. Selain merusak ekosistem, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kualitas udara. Dampaknya bahkan dapat meluas hingga ke wilayah sekitar.
“Kita tentu tidak ingin kebakaran lahan menimbulkan asap yang mengganggu masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak awal dan dimulai dari kesadaran masingmasing,” katanya. (pan)
PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Fredrich Dominggus Yoga. Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran. Yoga menilai kondisi lahan yang mulai kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama saat cuaca panas dan curah hujan rendah.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas apabila kondisi sekitar kering,” ujar Yoga, Selasa (18/8).
Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat justru sangat penting, terutama dalam mencegah munculnya titik api sejak dini. Yoga juga meminta warga yang hendak membuka maupun membersihkan lahan memilih cara yang lebih aman tanpa menggunakan api.
Langkah tersebut dinilai dapat menekan risiko kebakaran, sekaligus menjaga lingkungan dari dampak kerusakan. Selain merusak ekosistem, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kualitas udara. Dampaknya bahkan dapat meluas hingga ke wilayah sekitar.
“Kita tentu tidak ingin kebakaran lahan menimbulkan asap yang mengganggu masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak awal dan dimulai dari kesadaran masingmasing,” katanya. (pan)