105 CPMI Ikuti Wawancara Kerja dengan 23 Institusi Jepang, Mukhtarudin Beri Arahan

JAKARTA, PROKALTENG.CO  – Sebanyak 105 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti Join Interview dengan 23 institusi pemberi kerja asal Jepang untuk peluang penempatan sebagai Nurse dan Careworker melalui program EPA Government to Government (G to G) Jepang Batch 20 di Jakarta, Rabu (26/8).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meninjau langsung pelaksanaan Join Interview Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk kandidat Nurse (perawat) dan Careworker (perawat lansia) Program Economic Partnership Agreement (EPA) Government to Government (G to G) Jepang Batch 20 Giat Penempatan Tahun 2027.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa kegiatan wawancara ini memfasilitasi pertemuan langsung antara institusi pengguna dari Jepang dengan para pencari kerja asal Indonesia.

Baca Juga :  Tantang Gus Yaqut, Jozeph Paul Zhang: Saya Lebih Pancasilais dari Anda

“Hari ini ada 23 institusi pemberi kerja dari Jepang yang hadir, dan total kandidat yang mengikuti interview kurang lebih ada 105 orang. KP2MI memfasilitasi proses ini untuk mempertemukan kedua belah pihak agar saling menjajaki dan mengenal satu sama lain,” ujar Mukhtarudin di sela-sela peninjauan.

Menteri Mukhtarudin menegaskan pentingnya proses seleksi dan wawancara ini agar para calon pekerja migran dapat memahami secara detail calon tempat kerja maupun jenis pekerjaan yang akan dijalani kelak.

Begitu pula sebaliknya, pihak pemberi kerja dapat menentukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tugas kita adalah mempersiapkan mereka agar betul-betul paham di mana akan bekerja dan apa pekerjaannya. Ibaratnya, jangan sampai ‘membeli kucing dalam karung’. Harus ada kecocokan dan keterbukaan dari awal agar terbangun kerja sama yang baik saat penempatan nanti,” imbuh Menteri Mukhtarudin.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jakarta Tetap Strategis meskipun Ibu Kota Negara Pindah ke Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin juga memberikan motivasi serta arahan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian seleksi secara optimal.

Setiap pencari kerja diberi kesempatan untuk memilih maksimal 10 institusi pemberi kerja.

“Ikuti proses ini dengan baik, pahami calon pemberi kerjanya, dan tentukan pilihan dengan tepat. Tanyakan hal-hal yang perlu diketahui secara maksimal, jangan ragu atau memendam pertanyaan. Jika sudah mantap memilih, fokus dan jangan ragu-ragu lagi,” pesan Menteri Mukhtarudin kepada para calon Pekerja Migran Indonesia.

JAKARTA, PROKALTENG.CO  – Sebanyak 105 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti Join Interview dengan 23 institusi pemberi kerja asal Jepang untuk peluang penempatan sebagai Nurse dan Careworker melalui program EPA Government to Government (G to G) Jepang Batch 20 di Jakarta, Rabu (26/8).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meninjau langsung pelaksanaan Join Interview Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk kandidat Nurse (perawat) dan Careworker (perawat lansia) Program Economic Partnership Agreement (EPA) Government to Government (G to G) Jepang Batch 20 Giat Penempatan Tahun 2027.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa kegiatan wawancara ini memfasilitasi pertemuan langsung antara institusi pengguna dari Jepang dengan para pencari kerja asal Indonesia.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tantang Gus Yaqut, Jozeph Paul Zhang: Saya Lebih Pancasilais dari Anda

“Hari ini ada 23 institusi pemberi kerja dari Jepang yang hadir, dan total kandidat yang mengikuti interview kurang lebih ada 105 orang. KP2MI memfasilitasi proses ini untuk mempertemukan kedua belah pihak agar saling menjajaki dan mengenal satu sama lain,” ujar Mukhtarudin di sela-sela peninjauan.

Menteri Mukhtarudin menegaskan pentingnya proses seleksi dan wawancara ini agar para calon pekerja migran dapat memahami secara detail calon tempat kerja maupun jenis pekerjaan yang akan dijalani kelak.

Begitu pula sebaliknya, pihak pemberi kerja dapat menentukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tugas kita adalah mempersiapkan mereka agar betul-betul paham di mana akan bekerja dan apa pekerjaannya. Ibaratnya, jangan sampai ‘membeli kucing dalam karung’. Harus ada kecocokan dan keterbukaan dari awal agar terbangun kerja sama yang baik saat penempatan nanti,” imbuh Menteri Mukhtarudin.

Baca Juga :  Jakarta Tetap Strategis meskipun Ibu Kota Negara Pindah ke Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin juga memberikan motivasi serta arahan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian seleksi secara optimal.

Setiap pencari kerja diberi kesempatan untuk memilih maksimal 10 institusi pemberi kerja.

“Ikuti proses ini dengan baik, pahami calon pemberi kerjanya, dan tentukan pilihan dengan tepat. Tanyakan hal-hal yang perlu diketahui secara maksimal, jangan ragu atau memendam pertanyaan. Jika sudah mantap memilih, fokus dan jangan ragu-ragu lagi,” pesan Menteri Mukhtarudin kepada para calon Pekerja Migran Indonesia.

Terpopuler

Artikel Terbaru