PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memetakan empat kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain memperkuat pengawasan di wilayah tersebut, BPBD juga mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas hingga ke kawasan Taman Nasional Sebangau.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan seluruh wilayah Palangka Raya berpotensi mengalami karhutla. Namun, terdapat empat kecamatan yang menjadi fokus penanganan karena karakteristik lahannya.
“Kalau sebenarnya semua wilayah memiliki potensi kebakaran lahan. Tetapi yang menjadi perhatian ada empat kecamatan, yaitu Jekan Raya, Sebangau, Pahandut, dan Bukit Batu,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Budi, Kecamatan Sebangau menjadi salah satu wilayah yang paling sulit ditangani ketika terjadi kebakaran karena didominasi lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api mudah merambat hingga ke lapisan bawah tanah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
Selain fokus pada penanganan titik api baru, BPBD juga masih melakukan pembasahan di sejumlah lokasi bekas kebakaran, termasuk kawasan Hiu Putih Ujung. Langkah itu dilakukan karena bara api di bawah permukaan tanah masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Api di atas memang sudah padam, tetapi di bawah masih ada bara sehingga masih mengeluarkan asap. Karena itu kami terus melakukan pembasahan agar tidak muncul lagi titik api,” tuturnya.
BPBD juga meningkatkan pengawasan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sebangau. Petugas berupaya mencegah api melintasi badan jalan dan masuk ke kawasan konservasi tersebut.
“Yang menjadi kekhawatiran Bapak Wali Kota adalah kalau api sampai menyeberangi jalan. Kalau itu terjadi, jangkauannya bisa masuk ke Taman Nasional Sebangau. Itu yang terus kami antisipasi bersama seluruh personel di lapangan,” jelasnya.
Budi menambahkan, koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan instansi terkait terus diperkuat agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan asap atau titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang berbatasan dengan hutan konservasi. (adr)


