KADIN Kalteng Apresiasi Langkah Presiden
 Pangkas BUMN, Nilai Buka Peluang Besar bagi
Swasta

JAKARTA, PROKALTENG.CO Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Rahmat Nasution Hamka, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam merasionalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta dan menjadi angin segar bagi iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Itu disampaikan terkait isi pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto saat mengumpulkan seluruh Ketua Umum KADIN se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

Langkah strategis pemerintah ini merupakan sebuah terobosan besar yang sangat responsif dalam membenahi ekosistem dunia usaha di tanah air.

Rahmat Nasution Hamka mengatakan, kebijakan rasionalisasi BUMN membawa angin segar dan harapan baru bagi iklim investasi nasional.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan kemarin. Beliau melihat secara jernih pergerakan ekonomi kita dan berani mengkritik serta menyoroti peran BUMN yang selama ini terlalu dominan,” ujar Ketum Kadin Kalteng, H. Rahmat Nasution Hamka, Minggu (2/8).

Baca Juga :  Cara Mudah Mengajukan Pinjaman Online untuk Pedagang Pasar

Rahmat menegaskan, kebijakan memangkas ribuan BUMN menjadi angka ideal berkisar 250 hingga 300 perusahaan akan mencatatkan sejarah manis bagi kepemimpinan nasional.

Electronic money exchangers listing

Pemangkasan tersebut mengembalikan fokus BUMN hanya pada sektor vital yang tidak mampu dijalankan oleh pihak swasta.

Secara khusus, KADIN Kalteng menyoroti sektor infrastruktur yang selama ini didominasi oleh perusahaan BUMN Karya.

Banyaknya rantai pekerjaan yang disubkontrakkan berulang kali justru memicu krisis keuangan di tingkat hilir dan merugikan para pelaku usaha daerah.

“Selama ini BUMN Karya mendominasi proyek infrastruktur lalu meng-subkon-kannya berulang kali. Modus ini merugikan UMKM, penyuplai, dan pekerja daerah karena pembayaran sering kali tertunda bahkan terutang,” tegas Rahmat.

Baca Juga :  Inilah Dampak Kabut Asap di Kalteng Terhadap Perekonomian 2019

Pemerintah kini berkomitmen menyerahkan pengerjaan proyek infrastruktur secara penuh kepada sektor swasta lokal dan nasional.

Kebijakan berani ini mengakhiri praktik tidak sehat di mana negara melalui BUMN bertindak sebagai pesaing langsung bagi pengusaha swasta.

Penerapan konsep Indonesia Incorporated menuntut sinergi yang adil dan proposional antara pemerintah, BUMN, serta pengusaha swasta.

Penataan ruang gerak usaha ini memberikan dorongan vital bagi UMKM di daerah untuk tumbuh secara berkelanjutan.

“Kadin Kalimantan Tengah siap mendukung penuh seluruh arah kebijakan Presiden demi mempercepat pemerataan ekonomi daerah. Sinergi ini diyakini menjadi pondasi kokoh dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(hfz)

JAKARTA, PROKALTENG.CO Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Rahmat Nasution Hamka, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam merasionalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta dan menjadi angin segar bagi iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Itu disampaikan terkait isi pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto saat mengumpulkan seluruh Ketua Umum KADIN se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

Electronic money exchangers listing

Langkah strategis pemerintah ini merupakan sebuah terobosan besar yang sangat responsif dalam membenahi ekosistem dunia usaha di tanah air.

Rahmat Nasution Hamka mengatakan, kebijakan rasionalisasi BUMN membawa angin segar dan harapan baru bagi iklim investasi nasional.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan kemarin. Beliau melihat secara jernih pergerakan ekonomi kita dan berani mengkritik serta menyoroti peran BUMN yang selama ini terlalu dominan,” ujar Ketum Kadin Kalteng, H. Rahmat Nasution Hamka, Minggu (2/8).

Baca Juga :  Cara Mudah Mengajukan Pinjaman Online untuk Pedagang Pasar

Rahmat menegaskan, kebijakan memangkas ribuan BUMN menjadi angka ideal berkisar 250 hingga 300 perusahaan akan mencatatkan sejarah manis bagi kepemimpinan nasional.

Pemangkasan tersebut mengembalikan fokus BUMN hanya pada sektor vital yang tidak mampu dijalankan oleh pihak swasta.

Secara khusus, KADIN Kalteng menyoroti sektor infrastruktur yang selama ini didominasi oleh perusahaan BUMN Karya.

Banyaknya rantai pekerjaan yang disubkontrakkan berulang kali justru memicu krisis keuangan di tingkat hilir dan merugikan para pelaku usaha daerah.

“Selama ini BUMN Karya mendominasi proyek infrastruktur lalu meng-subkon-kannya berulang kali. Modus ini merugikan UMKM, penyuplai, dan pekerja daerah karena pembayaran sering kali tertunda bahkan terutang,” tegas Rahmat.

Baca Juga :  Inilah Dampak Kabut Asap di Kalteng Terhadap Perekonomian 2019

Pemerintah kini berkomitmen menyerahkan pengerjaan proyek infrastruktur secara penuh kepada sektor swasta lokal dan nasional.

Kebijakan berani ini mengakhiri praktik tidak sehat di mana negara melalui BUMN bertindak sebagai pesaing langsung bagi pengusaha swasta.

Penerapan konsep Indonesia Incorporated menuntut sinergi yang adil dan proposional antara pemerintah, BUMN, serta pengusaha swasta.

Penataan ruang gerak usaha ini memberikan dorongan vital bagi UMKM di daerah untuk tumbuh secara berkelanjutan.

“Kadin Kalimantan Tengah siap mendukung penuh seluruh arah kebijakan Presiden demi mempercepat pemerataan ekonomi daerah. Sinergi ini diyakini menjadi pondasi kokoh dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru