Cuaca Terik, Tim Gabungan Terus Siaga Padamkan Karhutla di Bumi Bahaum Bakuba

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah cuaca terik dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau (Bumi Bahaum Bakuba), kesiapsiagaan tim gabungan kembali diuji. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sebidang lahan kosong di Jalan Kubau RT 10, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

Berkat respons cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamandau bersama personel Polsek Bulik, kobaran api berhasil diredam sebelum meluas ke pemukiman atau area sekitarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamandau, Hendikel, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima melalui grup WhatsApp BPBD dari seorang pelapor bernama Grianso. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim TRC bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 12.50 WIB untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga :  Tim Asal Lamandau Ikuti Liga Nusantara 2023 Zona Yogyakarta

Berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, insiden kebakaran ini diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Kondisi cuaca terik yang disertai tiupan angin cukup kencang membuat api cepat merambat ke vegetasi semak belukar di sekitar lokasi.

“Lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15×10 meter, dengan tipe kebakaran berupa kebakaran permukaan,” terang Hendikel, Rabu (22/7).

Untuk menaklukan si jago merah, BPBD Lamandau mengerahkan berbagai armada dan peralatan pendukung yaitu 2 unit truk tangki, 1 unit mobil slip on, mesin apung, selang pemadam  dan peralatan pendukung lainnya.

Pasokan air untuk pemadaman diperoleh dari jaringan PDAM Nanga Bulik dengan dukungan penuh personel dari Polsek Bulik.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tegas! Jangan Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

 

Setelah berjuang memadamkan api di bawah sengatan panas matahari selama kurang lebih 1 jam 40 menit, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api secara total pada pukul 14.30 WIB. Sebelum kembali ke Posko TRC-PB, tim melakukan pemeriksaan personel untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi aman.

Menanggapi kejadian ini, Hendikel tak jemu-jemu mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat cuaca panas terik dan angin kencang.

“Hingga penanganan selesai, tidak terdapat kendala yang dihadapi di lapangan. Situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman serta terkendali,” pungkasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah cuaca terik dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau (Bumi Bahaum Bakuba), kesiapsiagaan tim gabungan kembali diuji. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sebidang lahan kosong di Jalan Kubau RT 10, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

Berkat respons cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamandau bersama personel Polsek Bulik, kobaran api berhasil diredam sebelum meluas ke pemukiman atau area sekitarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamandau, Hendikel, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima melalui grup WhatsApp BPBD dari seorang pelapor bernama Grianso. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim TRC bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 12.50 WIB untuk melakukan pemadaman.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tim Asal Lamandau Ikuti Liga Nusantara 2023 Zona Yogyakarta

Berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, insiden kebakaran ini diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Kondisi cuaca terik yang disertai tiupan angin cukup kencang membuat api cepat merambat ke vegetasi semak belukar di sekitar lokasi.

“Lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15×10 meter, dengan tipe kebakaran berupa kebakaran permukaan,” terang Hendikel, Rabu (22/7).

Untuk menaklukan si jago merah, BPBD Lamandau mengerahkan berbagai armada dan peralatan pendukung yaitu 2 unit truk tangki, 1 unit mobil slip on, mesin apung, selang pemadam  dan peralatan pendukung lainnya.

Pasokan air untuk pemadaman diperoleh dari jaringan PDAM Nanga Bulik dengan dukungan penuh personel dari Polsek Bulik.

Baca Juga :  Tegas! Jangan Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

 

Setelah berjuang memadamkan api di bawah sengatan panas matahari selama kurang lebih 1 jam 40 menit, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api secara total pada pukul 14.30 WIB. Sebelum kembali ke Posko TRC-PB, tim melakukan pemeriksaan personel untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi aman.

Menanggapi kejadian ini, Hendikel tak jemu-jemu mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat cuaca panas terik dan angin kencang.

“Hingga penanganan selesai, tidak terdapat kendala yang dihadapi di lapangan. Situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman serta terkendali,” pungkasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru