Tim Pendamping Keluarga Bisa Jadi Ujung Tombak Edukasi MBG untuk Ibu dan Balita

PROKALTENG.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kekuatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dapat diberdayakan sebagai ujung tombak edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi bagi keluarga.

Wihaji menjelaskan, implementasi Program MBG bagi kelompok 3B menjadi salah satu perhatian Kemendukbangga/BKKBN. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), saat ini terdapat 128.477 TPK yang setiap hari mendistribusikan layanan MBG kepada sekitar 9,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Kekuatan jaringan TPK bukan hanya menjadi instrumen penyaluran program, melainkan juga berpotensi besar untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Kita harus memanfaatkannya dengan baik, misalnya dengan pembekalan TPK terkait program prioritas,” ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  Menko Marves Tegaskan Pembangunan dan Investasi di IKN Tetap Berjalan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan keluarga ditentukan oleh program yang berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas.

Sejumlah program yang disebut menunjukkan perkembangan positif antara lain pelayanan keluarga berencana, pengembangan layanan pengasuhan anak melalui Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta penguatan kualitas hidup lanjut usia melalui Program Lansia Berdaya (Sidaya).

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan intervensi yang terintegrasi dalam pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga terus memperkuat dukungannya terhadap program prioritas nasional, salah satunya Program Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  SPPG Kemala Presisi Resmi Beroperasi, Bupati Lamandau Dorong Perluasan MBG

Wihaji menegaskan pihaknya siap berkolaborasi melalui berbagai program yang telah dimiliki Kemendukbangga/BKKBN.

“Kita bisa berkolaborasi dengan program Kemendukbangga/BKKBN yang berkenaan dengan sekolah kependudukan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (Genre), dan kesehatan mental,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan setiap keluarga Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan penguatan tata kelola, Kemendukbangga/BKKBN akan terus memastikan berbagai program prioritas semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(ANTARA)

PROKALTENG.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kekuatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dapat diberdayakan sebagai ujung tombak edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi bagi keluarga.

Wihaji menjelaskan, implementasi Program MBG bagi kelompok 3B menjadi salah satu perhatian Kemendukbangga/BKKBN. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), saat ini terdapat 128.477 TPK yang setiap hari mendistribusikan layanan MBG kepada sekitar 9,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Kekuatan jaringan TPK bukan hanya menjadi instrumen penyaluran program, melainkan juga berpotensi besar untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Kita harus memanfaatkannya dengan baik, misalnya dengan pembekalan TPK terkait program prioritas,” ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Menko Marves Tegaskan Pembangunan dan Investasi di IKN Tetap Berjalan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan keluarga ditentukan oleh program yang berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas.

Sejumlah program yang disebut menunjukkan perkembangan positif antara lain pelayanan keluarga berencana, pengembangan layanan pengasuhan anak melalui Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta penguatan kualitas hidup lanjut usia melalui Program Lansia Berdaya (Sidaya).

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan intervensi yang terintegrasi dalam pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga terus memperkuat dukungannya terhadap program prioritas nasional, salah satunya Program Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden.

Baca Juga :  SPPG Kemala Presisi Resmi Beroperasi, Bupati Lamandau Dorong Perluasan MBG

Wihaji menegaskan pihaknya siap berkolaborasi melalui berbagai program yang telah dimiliki Kemendukbangga/BKKBN.

“Kita bisa berkolaborasi dengan program Kemendukbangga/BKKBN yang berkenaan dengan sekolah kependudukan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (Genre), dan kesehatan mental,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan setiap keluarga Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan penguatan tata kelola, Kemendukbangga/BKKBN akan terus memastikan berbagai program prioritas semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(ANTARA)

Terpopuler

Artikel Terbaru