PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Palangka Raya berdampak terhadap fasilitas penerangan jalan umum (PJU).
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya memperkirakan hampir 50 lampu PJU mengalami kerusakan akibat gangguan tersebut.
Plt. Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo mengatakan pemadaman listrik tidak hanya menyebabkan lampu jalan padam sementara, tetapi juga berpotensi merusak bohlam lampu PJU.
“Pemadaman listrik sangat berdampak terhadap lampu-lampu PJU di Kota Palangka Raya. Beberapa PJU mengalami kerusakan. Sama seperti lampu di rumah, ketika terjadi pemadaman listrik, bohlam juga bisa putus. Begitu juga dengan lampu PJU,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Hadi, kerusakan lampu PJU ditemukan di sejumlah ruas jalan yang cukup sering mengalami pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang kami identifikasi berada di jalan-jalan dalam kota yang cukup sering mengalami pemadaman listrik. Di antaranya Jalan RTA Milono, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Diponegoro, Jalan Yos Sudarso, dan beberapa ruas jalan lainnya. Ada beberapa lampu yang akhirnya mati dan tidak hidup kembali,” katanya.
Selain kerusakan bohlam, pemadaman listrik juga menyebabkan gangguan pada sistem pengaturan PJU yang menggunakan timer otomatis.
“Apabila listrik padam lebih dari dua jam, maka timer PJU bisa ter-reset. Akibatnya pengaturan lampu menjadi berubah. Lampu yang seharusnya menyala pukul 17.00 bisa saja baru menyala pukul 19.00,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti lampu yang mengalami kerusakan.
“Kami belum menghitung secara keseluruhan. Namun perkiraannya hampir 50 lampu mengalami kerusakan atau bohlam putus,” ungkapnya.
Hadi menyebut biaya penggantian lampu PJU cukup besar karena harga satu unit lampu mencapai ratusan ribu rupiah.
“Harganya bervariasi. Untuk lampu yang kecil saja harganya di atas Rp500 ribu per unit,” tutupnya. (adr)


