Jamaah Haji Lansia yang Hilang Sepekan lalu Ditemukan Meninggal Dunia

PROKALTENG.CO-Sepekan usai diketahui menghilang, Muhammad Firdaus Ahlan, jamaah haji asal Kloter JKG 27 akhirnya berhasil ditemukan.

Namun, ditemukannya kakek berusia 72 tahun itu sekaligus menjadi kabar duka bagi keluarga. Sebab, Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hari ini, Jumat (22/5), jenazah Firdaus berada di RS Arab Saudi di Makkah. PPIH Arab Saudi telah mengirimkan perwakilan untuk mengecek jenazah Firdaus.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” terang Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi 2026 Hasan Afandi, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus. “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan Rahmat dan Ampunan-Nya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pamit Mancing, Bocah 13 Tahun di Tabalong Meninggal Dunia di Sawah

Dalam kesempatan itu, Hasan juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak keluarga atas kesabaran menanti kabar pencarian Firdaus.

Juga semua pihak yang terlibat dalam pencarian, termasuk tim PPIH Arab Saudi yang diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk mencari keberadaan Firdaus.

Electronic money exchangers listing

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” tutur Hasan.

Ia mengajak para jamaah haji untuk saling peduli dan saling memperhatikan sesamanya.

Bila melihat jamaah haji Indonesia berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, jamaah haji lainnya diimbau untuk segera menyapa dan menanyakan kondisinya.

“Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Bocah Tenggelam di Bendungan Samarinda, Ditemukan Jauh dari Lokasi Hilang

Hasan menambahkan, jamaah haji tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan.

Terutama jamaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” imbuh Hasan. Para jamaah juga diminta tidak ragu meminta bantuan petugas haji.(jpg)

PROKALTENG.CO-Sepekan usai diketahui menghilang, Muhammad Firdaus Ahlan, jamaah haji asal Kloter JKG 27 akhirnya berhasil ditemukan.

Namun, ditemukannya kakek berusia 72 tahun itu sekaligus menjadi kabar duka bagi keluarga. Sebab, Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hari ini, Jumat (22/5), jenazah Firdaus berada di RS Arab Saudi di Makkah. PPIH Arab Saudi telah mengirimkan perwakilan untuk mengecek jenazah Firdaus.

Electronic money exchangers listing

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” terang Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi 2026 Hasan Afandi, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus. “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan Rahmat dan Ampunan-Nya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pamit Mancing, Bocah 13 Tahun di Tabalong Meninggal Dunia di Sawah

Dalam kesempatan itu, Hasan juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak keluarga atas kesabaran menanti kabar pencarian Firdaus.

Juga semua pihak yang terlibat dalam pencarian, termasuk tim PPIH Arab Saudi yang diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk mencari keberadaan Firdaus.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” tutur Hasan.

Ia mengajak para jamaah haji untuk saling peduli dan saling memperhatikan sesamanya.

Bila melihat jamaah haji Indonesia berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, jamaah haji lainnya diimbau untuk segera menyapa dan menanyakan kondisinya.

“Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Bocah Tenggelam di Bendungan Samarinda, Ditemukan Jauh dari Lokasi Hilang

Hasan menambahkan, jamaah haji tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan.

Terutama jamaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” imbuh Hasan. Para jamaah juga diminta tidak ragu meminta bantuan petugas haji.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru