PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Langkah tegas Satlantas Polresta Palangka Raya, yang turut menindak para penonton balap liar mendapat dukungan dari kalangan DPRD Kota Palangka Raya.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. Menilai keberadaan penonton memang menjadi salah satu pemicu utama maraknya aksi balap liar di ibu kota Kalimantan Tengah.
Menurutnya, penonton tidak bisa dianggap hanya sekadar menyaksikan. Kerumunan yang hadir justru memancing para remaja untuk melakukan aksi adu kecepatan di jalan umum.
“Kalau tidak ada penonton, biasanya tidak ada yang terpancing untuk balapan. Jadi saya rasa langkah kepolisian menindak penonton juga sudah tepat sebagai upaya memberikan efek jera,” ucap Syaufwan Hadi saat dibincangi, Jumat (22/5/2026).
Ia mengatakan, fenomena balap liar saat ini sudah cukup mengkhawatirkan karena mayoritas pelakunya masih berstatus pelajar. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus melibatkan keluarga dan pihak sekolah.
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak jangan dibiarkan keluar sampai larut malam tanpa pengawasan. Sekolah juga harus ikut mengingatkan dan melakukan pembinaan,” katanya.
Politikus tersebut juga mendukung langkah Satlantas yang memanggil orang tua dan pihak sekolah terhadap pelajar yang terjaring razia balap liar. Menurutnya, pendekatan pembinaan harus berjalan beriringan dengan penegakan aturan.
Selain itu, ia meminta pemerintah kota bersama aparat terkait dapat menyediakan wadah kegiatan positif bagi kalangan remaja, agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif di malam hari.
“Kita tentu tidak ingin anak-anak ini justru terlibat kecelakaan, narkoba, ataupun tindak kriminal lainnya. Jadi perlu perhatian bersama, baik dari keluarga, sekolah, pemerintah maupun aparat keamanan,” pungkasnya. (jef)


