Serangan Israel di Gaza Baru-baru Ini Tewaskan 8 Warga Palestina

PROKALTENG.CO-Serangan militer Israel menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina di wilayah Jalur Gaza pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Pejabat kesehatan setempat mengonfirmasi jumlah korban tersebut seiring gagalnya upaya gencatan senjata terbaru yang bertujuan mengakhiri pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas.

Israel justru meningkatkan intensitas serangannya di Gaza dalam beberapa pekan terakhir, tepatnya setelah mereka menghentikan aksi pemboman bersama Amerika Serikat di Iran. Di sisi lain, Hamas terus memperketat cengkeramannya di wilayah tersebut, meskipun pasukan Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari separuh wilayah Gaza.

Detail Lokasi Serangan Udara di Khan Younis dan Deir al-Balah

Petugas medis melaporkan bahwa gempuran Israel merenggut nyawa seorang warga Palestina di dekat pos polisi, serta menewaskan satu korban lain di sebuah perkemahan tenda di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Mengenai insiden ini, militer Israel berdalih bahwa serangan tersebut menyasar seorang militan yang memberikan ancaman langsung bagi pasukan mereka di area tersebut.

Selain itu, petugas medis Gaza mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel lainnya merenggut sedikitnya tiga nyawa di sebuah dapur umum dekat Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait peristiwa di dapur umum ini.

Baca Juga :  Abaikan Resolusi Dewan Keamanan, PBB Desak Embargo Senjata Israel

Sementara itu, sumber medis resmi merinci tiga korban jiwa lainnya. Satu warga Palestina tewas akibat insiden penembakan di Khan Younis, sedangkan dua orang lagi meninggal dunia akibat serangan udara Israel di dekat sebuah toko roti di Deir al-Balah, Gaza tengah. Sama seperti insiden dapur umum, militer Israel belum segera mengeluarkan pernyataan mengenai kejadian ini.

Dua Komandan Sayap Bersenjata Hamas Tewas

Electronic money exchangers listing

Di tengah intensitas pertempuran yang meningkat, pihak militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah membunuh Izz al-Din al-Haddad pada hari Jumat. Israel menggambarkan aksi di Kota Gaza tersebut sebagai serangan tepat sasaran terhadap kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza itu. Pihak Hamas sendiri sudah mengonfirmasi kematian Haddad, namun mereka tidak sampai mengeluarkan ancaman untuk membalas dendam.

“Militer Israel mengatakan bahwa Izz al-Din al-Haddad, kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza, tewas dalam apa yang mereka gambarkan sebagai serangan tepat sasaran di Kota Gaza pada hari Jumat.”

Tak berhenti di situ, militer Israel juga mengklaim telah membunuh Bahaa Baroud, seorang komandan Markas Operasi Hamas, melalui serangan udara pada hari Sabtu. Israel menuduh Baroud merencanakan beberapa serangan berbahaya yang mengincar pasukan dan warga sipil Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Israel Masih Batasi Bantuan ke Gaza, Gencatan Senjata di Palestina Mulai Goyah

Pihak militer menegaskan bahwa Baroud mendatangkan ancaman langsung sehingga menjadi target operasi presisi. Mereka mengklaim telah melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kerugian warga sipil, termasuk mengerahkan pengawasan udara dan amunisi presisi. Di pihak lain, pejabat kesehatan Gaza membenarkan bahwa Baroud tewas bersama satu orang lainnya setelah serangan udara menghantam mobil mereka di Kota Gaza.

Negosiasi Pasca-Perang Menemui Jalan Buntu

Hingga saat ini, Israel dan Hamas masih berada dalam posisi buntu dalam pembicaraan tidak langsung. Negosiasi tersebut sebenarnya membahas rencana pasca-perang dari Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Rencana itu memuat poin penarikan pasukan Israel dari Gaza yang sejalan dengan pelucutan senjata Hamas demi mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Data mencatat sekitar 870 warga Palestina telah gugur dalam serangan Israel sejak gencatan senjata bulan Oktober lalu. Angka resmi tersebut tidak membedakan antara pejuang tempur dan warga sipil. Sementara itu, kelompok militan telah menewaskan empat tentara Israel dalam periode waktu yang sama. Hingga kini, pihak Hamas memilih untuk tidak mengungkapkan angka korban jiwa dari pihak pejuang mereka.(fin/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Serangan militer Israel menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina di wilayah Jalur Gaza pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Pejabat kesehatan setempat mengonfirmasi jumlah korban tersebut seiring gagalnya upaya gencatan senjata terbaru yang bertujuan mengakhiri pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas.

Israel justru meningkatkan intensitas serangannya di Gaza dalam beberapa pekan terakhir, tepatnya setelah mereka menghentikan aksi pemboman bersama Amerika Serikat di Iran. Di sisi lain, Hamas terus memperketat cengkeramannya di wilayah tersebut, meskipun pasukan Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari separuh wilayah Gaza.

Detail Lokasi Serangan Udara di Khan Younis dan Deir al-Balah

Electronic money exchangers listing

Petugas medis melaporkan bahwa gempuran Israel merenggut nyawa seorang warga Palestina di dekat pos polisi, serta menewaskan satu korban lain di sebuah perkemahan tenda di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Mengenai insiden ini, militer Israel berdalih bahwa serangan tersebut menyasar seorang militan yang memberikan ancaman langsung bagi pasukan mereka di area tersebut.

Selain itu, petugas medis Gaza mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel lainnya merenggut sedikitnya tiga nyawa di sebuah dapur umum dekat Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait peristiwa di dapur umum ini.

Baca Juga :  Abaikan Resolusi Dewan Keamanan, PBB Desak Embargo Senjata Israel

Sementara itu, sumber medis resmi merinci tiga korban jiwa lainnya. Satu warga Palestina tewas akibat insiden penembakan di Khan Younis, sedangkan dua orang lagi meninggal dunia akibat serangan udara Israel di dekat sebuah toko roti di Deir al-Balah, Gaza tengah. Sama seperti insiden dapur umum, militer Israel belum segera mengeluarkan pernyataan mengenai kejadian ini.

Dua Komandan Sayap Bersenjata Hamas Tewas

Di tengah intensitas pertempuran yang meningkat, pihak militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah membunuh Izz al-Din al-Haddad pada hari Jumat. Israel menggambarkan aksi di Kota Gaza tersebut sebagai serangan tepat sasaran terhadap kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza itu. Pihak Hamas sendiri sudah mengonfirmasi kematian Haddad, namun mereka tidak sampai mengeluarkan ancaman untuk membalas dendam.

“Militer Israel mengatakan bahwa Izz al-Din al-Haddad, kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza, tewas dalam apa yang mereka gambarkan sebagai serangan tepat sasaran di Kota Gaza pada hari Jumat.”

Tak berhenti di situ, militer Israel juga mengklaim telah membunuh Bahaa Baroud, seorang komandan Markas Operasi Hamas, melalui serangan udara pada hari Sabtu. Israel menuduh Baroud merencanakan beberapa serangan berbahaya yang mengincar pasukan dan warga sipil Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Israel Masih Batasi Bantuan ke Gaza, Gencatan Senjata di Palestina Mulai Goyah

Pihak militer menegaskan bahwa Baroud mendatangkan ancaman langsung sehingga menjadi target operasi presisi. Mereka mengklaim telah melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kerugian warga sipil, termasuk mengerahkan pengawasan udara dan amunisi presisi. Di pihak lain, pejabat kesehatan Gaza membenarkan bahwa Baroud tewas bersama satu orang lainnya setelah serangan udara menghantam mobil mereka di Kota Gaza.

Negosiasi Pasca-Perang Menemui Jalan Buntu

Hingga saat ini, Israel dan Hamas masih berada dalam posisi buntu dalam pembicaraan tidak langsung. Negosiasi tersebut sebenarnya membahas rencana pasca-perang dari Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Rencana itu memuat poin penarikan pasukan Israel dari Gaza yang sejalan dengan pelucutan senjata Hamas demi mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Data mencatat sekitar 870 warga Palestina telah gugur dalam serangan Israel sejak gencatan senjata bulan Oktober lalu. Angka resmi tersebut tidak membedakan antara pejuang tempur dan warga sipil. Sementara itu, kelompok militan telah menewaskan empat tentara Israel dalam periode waktu yang sama. Hingga kini, pihak Hamas memilih untuk tidak mengungkapkan angka korban jiwa dari pihak pejuang mereka.(fin/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru