Wabup Pastikan Produktivitas Sektor Pertanian di Lamandau Tetap Terjaga Secara Berkelanjutan

PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menyatakan komitmen penuh dalam menjaga stabilitas sektor pertanian, menghadapi tantangan iklim global.

Hal ini ditegaskan saat Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tryan Kuderon. Rakornas ini menjadi momentum krusial bagi kepala daerah se-Indonesia, untuk menyinergikan langkah bersama Pemerintah Pusat dalam memitigasi dampak kekeringan.

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, yang memimpin langsung jalannya rapat, memberikan peringatan mengenai prediksi iklim tahun 2026. Berdasarkan data klimatologi, Indonesia diprediksi akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal.

Baca Juga :  Hendra Lesmana Serahkan Dana Hibah ke UMKM dan Tanah Gedung untuk Polsek Bulik

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian. Ini harus menjadi perhatian bersama antara Pemerintah Pusat maupun Daerah,” tegas Mentan Amran Sulaiman dalam arahannya.

Menanggapi arahan pusat, Wakil Bupati Abdul Hamid menekankan bahwa Pemkab Lamandau akan segera melakukan langkah-langkah preventif di lapangan.

Fokus utama pemerintah daerah yaitu memperkuat komunikasi antar instansi, untuk penanganan cepat dampak kekeringan, mengidentifikasi titik-titik lahan pertanian yang paling rentan terdampak kekurangan air dan memastikan jaringan irigasi dan pemanfaatan sumber daya air (seperti embung dan pompa) berfungsi maksimal.

Electronic money exchangers listing

“Rakornas ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kami ingin memastikan produktivitas sektor pertanian di Lamandau tetap terjaga secara berkelanjutan meskipun di tengah musim kemarau,” ujar Abdul Hamid, Sabtu (25/4) kepada Wartawan.

Baca Juga :  BBGRM Harus Terus Diimplementasikan dan Dijadikan Kebiasaan

Melalui keikutsertaan aktif dalam agenda nasional ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap dapat mengadopsi teknologi dan strategi terbaru dalam manajemen risiko iklim.

“Dengan kesiapan yang matang, diharapkan stabilitas pangan di daerah tetap aman dan kesejahteraan petani di Bumi Bahaum Bakuba tetap terjaga,” tandasnya. (bib)

PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menyatakan komitmen penuh dalam menjaga stabilitas sektor pertanian, menghadapi tantangan iklim global.

Hal ini ditegaskan saat Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tryan Kuderon. Rakornas ini menjadi momentum krusial bagi kepala daerah se-Indonesia, untuk menyinergikan langkah bersama Pemerintah Pusat dalam memitigasi dampak kekeringan.

Electronic money exchangers listing

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, yang memimpin langsung jalannya rapat, memberikan peringatan mengenai prediksi iklim tahun 2026. Berdasarkan data klimatologi, Indonesia diprediksi akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal.

Baca Juga :  Hendra Lesmana Serahkan Dana Hibah ke UMKM dan Tanah Gedung untuk Polsek Bulik

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian. Ini harus menjadi perhatian bersama antara Pemerintah Pusat maupun Daerah,” tegas Mentan Amran Sulaiman dalam arahannya.

Menanggapi arahan pusat, Wakil Bupati Abdul Hamid menekankan bahwa Pemkab Lamandau akan segera melakukan langkah-langkah preventif di lapangan.

Fokus utama pemerintah daerah yaitu memperkuat komunikasi antar instansi, untuk penanganan cepat dampak kekeringan, mengidentifikasi titik-titik lahan pertanian yang paling rentan terdampak kekurangan air dan memastikan jaringan irigasi dan pemanfaatan sumber daya air (seperti embung dan pompa) berfungsi maksimal.

“Rakornas ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kami ingin memastikan produktivitas sektor pertanian di Lamandau tetap terjaga secara berkelanjutan meskipun di tengah musim kemarau,” ujar Abdul Hamid, Sabtu (25/4) kepada Wartawan.

Baca Juga :  BBGRM Harus Terus Diimplementasikan dan Dijadikan Kebiasaan

Melalui keikutsertaan aktif dalam agenda nasional ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap dapat mengadopsi teknologi dan strategi terbaru dalam manajemen risiko iklim.

“Dengan kesiapan yang matang, diharapkan stabilitas pangan di daerah tetap aman dan kesejahteraan petani di Bumi Bahaum Bakuba tetap terjaga,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru