NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Hebohnya chat mesra ASN Lamandau langsung mendapat respons dari Bupati Lamandau. Dugaan perselingkuhan ASN yang viral di media sosial itu dipastikan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan pihak terkait untuk klarifikasi.
Isu ini mencuat setelah percakapan WhatsApp pejabat Lamandau yang berisi konten sensitif beredar luas di grup percakapan warga. Dugaan melibatkan oknum Kepala Dinas dan seorang Kabid di dinas lain pun memicu reaksi keras karena dinilai mencoreng etika ASN.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tangkapan layar percakapan itu pertama kali diunggah oleh istri sah oknum pejabat ke grup organisasi wanita di Lamandau pada Selasa (7/4/2026).
“Sengaja saya viralkan agar jadi pelajaran untuk keduanya. Kemungkinan hubungan mereka sudah berlangsung lama,” tulis sang istri dalam pesan yang ikut tersebar.
Isi percakapan yang beredar menunjukkan komunikasi intens di luar batas profesional. Beberapa di antaranya mengarah pada rencana pertemuan di sebuah hotel di Palangka Raya hingga permintaan pengiriman foto tidak pantas.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui isi pesan tersebut.
“Isi chat-nya tidak pantas dan mengarah ke perilaku asusila, bahkan ada ajakan berhubungan badan. Informasinya antara Kepala Dinas dengan oknum Kasi atau Kabid,” ungkapnya, Selasa (7/4).
Menanggapi hal itu, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pihaknya sudah memantau perkembangan kasus tersebut.
“Iya, kami sudah dengar. Nanti akan kami panggil untuk klarifikasi kebenaran kabar tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Lamandau Tahan Sandi menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi, namun tetap akan menindaklanjuti.
“Kami sudah mendapat informasi. Akan kami pelajari terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan pimpinan. Pasti akan dilakukan pemeriksaan, termasuk pihak terkait,” ujarnya, Senin (13/4).
Di sisi lain, masyarakat mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan tidak berhenti di tengah jalan. Mereka menilai dugaan pelanggaran moral di level pejabat bisa berdampak pada kinerja pelayanan publik.
“Kami berharap kasus ini tidak menguap. Penegakan disiplin ASN harus jelas agar lingkungan kerja tetap bersih,” kata seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, identitas resmi oknum yang diduga terlibat belum diumumkan. Meski begitu, isu ini sudah ramai dibicarakan di lingkungan kedinasan dan menjadi ujian bagi Pemkab Lamandau dalam menegakkan disiplin ASN sesuai aturan yang berlaku. (bib)


