PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Lonjakan harga plastik di Palangka Raya mulai menekan pelaku UMKM dan kebutuhan rumah tangga. Kenaikan ini dikeluhkan karena berdampak langsung pada biaya produksi usaha kecil hingga aktivitas harian warga yang masih bergantung pada bahan plastik.
DPRD Kota Palangka Raya pun angkat bicara. Anggota Komisi III, Debora Veronika Lesa, menyebut pihaknya memahami keresahan masyarakat atas kenaikan harga tersebut.
“Kami memahami keresahan masyarakat terkait kenaikan harga plastik ini, namun kondisi tersebut memang bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama,” ujar Debora, Jumat (10/4/2026).
Dia menilai, situasi ini perlu disikapi dengan langkah jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat. Salah satunya dengan mendorong penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Kami mendorong inovasi dan penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang. Misalnya, kemasan berbahan kertas atau membiasakan membawa tas belanja sendiri,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi lonjakan harga ini. Selain menekan dampak ekonomi, langkah tersebut juga bisa mendorong perubahan ke arah yang lebih berkelanjutan. (jef)

