Perempuan saat ini banyak menjalani peran sekaligus terutama dalam rumah tangga. Mulai dari istri, ibu, hingga wanita karier. Sayangnya, dengan peran tersebut, para perempuan sering kali tidak menyadari pentingnya menjaga kesehatan.
Padahal, investasi kesehatan pada perempuan justru akan membawa dampak yang berkelanjutan dalam keluarga. Diungkapkan Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 bertema #GiveToGain, merawat kesehatan adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga energi dan ketangguhan yang dibutuhkan perempuan dalam setiap perannya.
“Sebagai anggota Herbalife Dietetic Advisory Board yang bekerja di berbagai budaya di kawasan Asia Pasifik, saya berulang kali melihat satu kenyataan ketika perempuan berinvestasi pada kesehatan mereka sendiri, keluarga, tempat kerja, dan generasi mendatang turut merasakan manfaatnya,” ujar Vipada.
Untuk itu, ada beberapa poin penting dalam kesehatan yang perlu diperhatikan perempuan. Terutama mereka yang memiliki peran ganda.
Perhatikan Tubuh dengan Peran Nutrisi dan Hidrasi
Dikatakan, perempuan di kawasan Asia Pasifik, menghadapi kontras persoalan gizi yang. Adanya peningkatan obesitas pada orang dewasa, sementara stunting pada anak dan anemia pada perempuan usia reproduktif masih banyak ditemukan.
Beban ganda ini memengaruhi kesehatan ibu dan anak, tingkat energi harian, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu diperlukan pemenuhan nutrisi yang maksimal.
Nutrisi merupakan fondasi kesehatan preventif, mendukung tingkat energi, stabilitas metabolisme, ketahanan imun, serta penuaan sehat sepanjang siklus hidup perempuan. Sedangkan hidrasi, membantu tubuh memanfaatkan nutrisi dan mempertahankan fungsi harian.
Perubahan Hormonal Membentuk Kebutuhan Nutrisi
Kebutuahn nutrisi berkembang seiring perubahan hormonal. Seperti saat menstruasi dibutuhkan makanan yang kaya akan zat besi seperti daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sereal yang difortifikasi. Mengombinasikannya dengan buah dan sayuran kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Lalu saat transisi menopause, pola makan sehat berfokus pada buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber omega-3 seperti ikan berlemak, biji rami, kenari, dan kedelai dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan trigliserida tetap sehat.
Sedankan, memasuki usia 40-an, penurunan kadar estrogen dapat mempercepat terjadinya sarkopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot akibat penuaan.
Aktivitas fisik yang cukup, termasuk latihan ketahanan secara rutin, serta asupan protein yang memadai dari daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, produk susu, dan sumber nabati seperti tahu, kacang, serta biji-bijian, sangat penting untuk menjaga massa dan kekuatan otot fungsional.
Suplementasi dapat membantu menutup kesenjangan asupan nutrisi, namun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu dan dipandu oleh tenaga profesional atau pelatih yang terlatih.
Keterkaitan antara Stres, Tidur, dan Pengelolaan Berat Badan
Kualitas tidur yang baik, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan stres sangat penting untuk menjaga berat badan sehat dan vitalitas kulit. Kebiasaan ini mendukung keseimbangan hormon, stabilitas metabolisme, serta proses pemulihan alami tubuh.
Riset menunjukkan, perempuan memiliki kondisi emosional yang lebih baik ketika didukung oleh jaringan sosial yang kuat, yang meningkatkan kemampuan koping, mengurangi stres, dan memperbaiki kesejahteraan. Ketika perempuan lebih sehat, keluarga berkembang, komunitas menjadi lebih kuat, tempat kerja berkinerja lebih baik, dan perekonomian menjadi lebih tangguh.
“Singkatnya, kesejahteraan jangka panjang dibentuk oleh pilihan sehari-hari yang kita ambil jauh sebelum gejala yang mengkhawatirkan muncul. Memberi kepada diri sendiri melalui nutrisi yang konsisten dan perawatan preventif, bukan tentang melakukan lebih banyak, melainkan melakukan sesuatu dengan lebih sadar dan konsisten,” tutup Vipada.(jpc)


