26.7 C
Jakarta
Tuesday, March 10, 2026

Persebaya Surabaya Hadapi Borneo FC dengan Skuad Pincang di Segiri

Kabar buruk menerpa Persebaya Surabaya jelang duel sengit kontra Borneo FC, Sabtu (7/3). Dua pemain penting Green Force dipastikan absen sehingga membuat komposisi tim sedikit pincang saat bertandang ke Samarinda.

Pertandingan Borneo FC kontra Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pukul 20.30 WIB. Laga tersebut juga dijadwalkan disiarkan langsung melalui Indosiar dan diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling panas di pekan ke-25 Super League 2025/2026.

Dua sosok yang dipastikan absen dari skuad Persebaya Surabaya adalah Rachmat Irianto yang berposisi sebagai gelandang bertahan serta Arief Catur Pamungkas di sektor bek kanan. Kehilangan keduanya menjadi pukulan tersendiri karena mereka termasuk pemain penting dalam skema permainan tim sepanjang musim ini.

Rachmat Irianto yang memiliki harga pasaran sekitar Rp 4,35 miliar harus menepi karena mendapatkan tambahan hukuman kartu merah. Sementara itu Arief Catur Pamungkas dengan nilai pasar Rp 3,48 miliar tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning.

Jika ditotal, nilai pasar kedua pemain tersebut mencapai sekitar Rp 7,83 miliar. Angka itu menunjukkan betapa besar kontribusi dan nilai penting kedua pemain tersebut bagi skuad Green Force musim ini.

Khusus kehilangan Arief Catur Pamungkas menjadi kerugian cukup besar bagi Persebaya Surabaya. Sebab pemain yang beroperasi di sisi kanan pertahanan itu hampir selalu menjadi pilihan utama sepanjang musim kompetisi berjalan.

Dari total 24 pertandingan yang telah dijalani Persebaya Surabaya musim ini, Arief Catur tampil konsisten sebagai starter. Dia mencatatkan kontribusi satu gol dan empat assist dengan total waktu bermain mencapai 1.965 menit.

Electronic money exchangers listing

Statistik tersebut menunjukkan peran vital Arief Catur dalam membantu keseimbangan permainan Persebaya Surabaya. Tidak hanya solid dalam bertahan, bek kanan tersebut juga aktif membantu serangan melalui overlap dan umpan silang dari sisi sayap.

Absennya Arief Catur membuat pelatih Persebaya Surabaya harus mencari opsi lain untuk menutup posisi bek kanan. Nama Koko Ari Araya pun menjadi kandidat paling kuat untuk mengisi posisi tersebut saat menghadapi Borneo FC.

Baca Juga :  Siapkan Mental Buat Isolasi

Koko Ari menyatakan siap jika mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama. Pemain asal Surabaya itu menegaskan dirinya selalu siap kapan pun tim membutuhkan tenaga di lapangan.

”Semua pemain pasti ingin main sejak menit pertama. Tapi yang paling penting saya harus siap kapan pun dibutuhkan tim. Kalau memang dipercaya lawan Borneo, saya akan berikan yang terbaik,” ujar Koko Ari, dikutip dari laman resmi klub.

Koko Ari juga mengakui Borneo FC merupakan tim yang memiliki karakter permainan agresif dan cepat. Karena itu dia menegaskan, Persebaya Surabaya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meredam kekuatan lawan.

”Mereka punya pemain cepat dan agresif. Kami sudah antisipasi di latihan. Fokus saya sederhana, jaga area dulu, jangan mudah kehilangan posisi, dan kalau ada kesempatan bantu serangan,” jelas Koko Ari.

Sementara itu pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengisyaratkan timnya tetap datang ke Samarinda dengan target meraih poin. Meski kehilangan beberapa pemain penting, dia menegaskan Green Force tidak akan bermain defensif.

Menurut Tavares, tim pelatih telah melakukan evaluasi setelah pertandingan terakhir melawan Persib Bandung. Selain memperbaiki kelemahan, dia juga menilai tim harus mempertahankan aspek positif dari laga tersebut.

”Pertama-tama kami harus menganalisis permainan dan memperbaiki hal-hal yang belum berjalan dengan baik, terutama terkait peluang yang kami ciptakan dan juga peluang yang didapatkan saat lawan Persib,” kata Bernardo Tavares.

”Di sisi lain, kami juga harus menjaga hal-hal positif yang sudah kami tampilkan di pertandingan tersebut. Kami akan menganalisis kekuatan lawan, melihat celah yang bisa kami eksplorasi, serta menentukan pemain-pemain yang paling tepat untuk diturunkan sesuai dengan karakteristik dan strategi yang ingin kami terapkan saat menghadapi Borneo,” papar Bernardo Tavares.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut juga menyoroti kelemahan Persebaya Surabaya dalam menutup ruang tembak lawan. Hal itu menjadi evaluasi penting karena Borneo FC dikenal memiliki pemain dengan kemampuan tembakan jarak jauh yang berbahaya.

Baca Juga :  Rombak Skuad Green Force! Total 6 Pemain Persebaya Surabaya Dicoret Bernardo Tavares

”Kami juga tidak boleh memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk menembak seperti yang terjadi di laga melawan Persib. Sebab, Borneo memiliki pemain-pemain yang sangat berbahaya dalam situasi tersebut,” ucap Bernardo Tavares.

Selain itu, Tavares juga membawa misi mempertahankan tren positif tim setelah bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung pada pekan sebelumnya. Dia berharap para pemain mampu menjaga sikap, fokus, dan intensitas permainan sepanjang laga.

”Jika kami ingin menampilkan permainan yang bagus di sana (Samarinda), kami harus mempertahankan hal-hal positif yang sudah kami tunjukkan saat menghadapi Persib kemarin. Mulai dari sikap, fokus, hingga intensitas permainan, namun dengan konsistensi yang lebih baik,” tandas Bernardo Tavares.

Dari catatan pertemuan kedua tim, duel Borneo FC dan Persebaya Surabaya memang selalu berlangsung ketat. Lima pertemuan terakhir bahkan menunjukkan hasil yang relatif seimbang antara kedua tim.

Pada pertemuan terakhir 20 Desember 2025, kedua tim bermain imbang 2-2 di kandang Persebaya Surabaya. Sebelumnya pada 18 Mei 2025, Borneo FC juga bermain imbang 1-1 saat menjamu Green Force.

Persebaya sempat meraih kemenangan 2-1 pada 20 Desember 2024. Namun Borneo FC juga pernah mengalahkan Persebaya dengan skor 2-1 pada 7 Maret 2024 dan menang 2-1 pada 3 September 2023.

Catatan tersebut menunjukkan duel kedua tim sering berlangsung sengit dan sulit diprediksi. Hal itu membuat pertandingan di Stadion Segiri dipastikan kembali menghadirkan tensi tinggi.

Borneo FC sedang dalam performa cukup stabil dalam lima pertandingan terakhir. Mereka meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, serta satu kekalahan.

Sementara Persebaya Surabaya juga mencatat hasil yang tidak terlalu buruk dalam lima laga terakhir. Green Force meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Dengan kondisi tersebut, duel Borneo FC kontra Persebaya Surabaya dipastikan tetap menarik untuk disaksikan. Meski kehilangan dua pemain penting, Green Force tetap bertekad mencuri poin dari markas Pesut Etam.(jpc)

Kabar buruk menerpa Persebaya Surabaya jelang duel sengit kontra Borneo FC, Sabtu (7/3). Dua pemain penting Green Force dipastikan absen sehingga membuat komposisi tim sedikit pincang saat bertandang ke Samarinda.

Pertandingan Borneo FC kontra Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pukul 20.30 WIB. Laga tersebut juga dijadwalkan disiarkan langsung melalui Indosiar dan diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling panas di pekan ke-25 Super League 2025/2026.

Dua sosok yang dipastikan absen dari skuad Persebaya Surabaya adalah Rachmat Irianto yang berposisi sebagai gelandang bertahan serta Arief Catur Pamungkas di sektor bek kanan. Kehilangan keduanya menjadi pukulan tersendiri karena mereka termasuk pemain penting dalam skema permainan tim sepanjang musim ini.

Electronic money exchangers listing

Rachmat Irianto yang memiliki harga pasaran sekitar Rp 4,35 miliar harus menepi karena mendapatkan tambahan hukuman kartu merah. Sementara itu Arief Catur Pamungkas dengan nilai pasar Rp 3,48 miliar tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning.

Jika ditotal, nilai pasar kedua pemain tersebut mencapai sekitar Rp 7,83 miliar. Angka itu menunjukkan betapa besar kontribusi dan nilai penting kedua pemain tersebut bagi skuad Green Force musim ini.

Khusus kehilangan Arief Catur Pamungkas menjadi kerugian cukup besar bagi Persebaya Surabaya. Sebab pemain yang beroperasi di sisi kanan pertahanan itu hampir selalu menjadi pilihan utama sepanjang musim kompetisi berjalan.

Dari total 24 pertandingan yang telah dijalani Persebaya Surabaya musim ini, Arief Catur tampil konsisten sebagai starter. Dia mencatatkan kontribusi satu gol dan empat assist dengan total waktu bermain mencapai 1.965 menit.

Statistik tersebut menunjukkan peran vital Arief Catur dalam membantu keseimbangan permainan Persebaya Surabaya. Tidak hanya solid dalam bertahan, bek kanan tersebut juga aktif membantu serangan melalui overlap dan umpan silang dari sisi sayap.

Absennya Arief Catur membuat pelatih Persebaya Surabaya harus mencari opsi lain untuk menutup posisi bek kanan. Nama Koko Ari Araya pun menjadi kandidat paling kuat untuk mengisi posisi tersebut saat menghadapi Borneo FC.

Baca Juga :  Siapkan Mental Buat Isolasi

Koko Ari menyatakan siap jika mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama. Pemain asal Surabaya itu menegaskan dirinya selalu siap kapan pun tim membutuhkan tenaga di lapangan.

”Semua pemain pasti ingin main sejak menit pertama. Tapi yang paling penting saya harus siap kapan pun dibutuhkan tim. Kalau memang dipercaya lawan Borneo, saya akan berikan yang terbaik,” ujar Koko Ari, dikutip dari laman resmi klub.

Koko Ari juga mengakui Borneo FC merupakan tim yang memiliki karakter permainan agresif dan cepat. Karena itu dia menegaskan, Persebaya Surabaya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meredam kekuatan lawan.

”Mereka punya pemain cepat dan agresif. Kami sudah antisipasi di latihan. Fokus saya sederhana, jaga area dulu, jangan mudah kehilangan posisi, dan kalau ada kesempatan bantu serangan,” jelas Koko Ari.

Sementara itu pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengisyaratkan timnya tetap datang ke Samarinda dengan target meraih poin. Meski kehilangan beberapa pemain penting, dia menegaskan Green Force tidak akan bermain defensif.

Menurut Tavares, tim pelatih telah melakukan evaluasi setelah pertandingan terakhir melawan Persib Bandung. Selain memperbaiki kelemahan, dia juga menilai tim harus mempertahankan aspek positif dari laga tersebut.

”Pertama-tama kami harus menganalisis permainan dan memperbaiki hal-hal yang belum berjalan dengan baik, terutama terkait peluang yang kami ciptakan dan juga peluang yang didapatkan saat lawan Persib,” kata Bernardo Tavares.

”Di sisi lain, kami juga harus menjaga hal-hal positif yang sudah kami tampilkan di pertandingan tersebut. Kami akan menganalisis kekuatan lawan, melihat celah yang bisa kami eksplorasi, serta menentukan pemain-pemain yang paling tepat untuk diturunkan sesuai dengan karakteristik dan strategi yang ingin kami terapkan saat menghadapi Borneo,” papar Bernardo Tavares.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut juga menyoroti kelemahan Persebaya Surabaya dalam menutup ruang tembak lawan. Hal itu menjadi evaluasi penting karena Borneo FC dikenal memiliki pemain dengan kemampuan tembakan jarak jauh yang berbahaya.

Baca Juga :  Rombak Skuad Green Force! Total 6 Pemain Persebaya Surabaya Dicoret Bernardo Tavares

”Kami juga tidak boleh memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk menembak seperti yang terjadi di laga melawan Persib. Sebab, Borneo memiliki pemain-pemain yang sangat berbahaya dalam situasi tersebut,” ucap Bernardo Tavares.

Selain itu, Tavares juga membawa misi mempertahankan tren positif tim setelah bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung pada pekan sebelumnya. Dia berharap para pemain mampu menjaga sikap, fokus, dan intensitas permainan sepanjang laga.

”Jika kami ingin menampilkan permainan yang bagus di sana (Samarinda), kami harus mempertahankan hal-hal positif yang sudah kami tunjukkan saat menghadapi Persib kemarin. Mulai dari sikap, fokus, hingga intensitas permainan, namun dengan konsistensi yang lebih baik,” tandas Bernardo Tavares.

Dari catatan pertemuan kedua tim, duel Borneo FC dan Persebaya Surabaya memang selalu berlangsung ketat. Lima pertemuan terakhir bahkan menunjukkan hasil yang relatif seimbang antara kedua tim.

Pada pertemuan terakhir 20 Desember 2025, kedua tim bermain imbang 2-2 di kandang Persebaya Surabaya. Sebelumnya pada 18 Mei 2025, Borneo FC juga bermain imbang 1-1 saat menjamu Green Force.

Persebaya sempat meraih kemenangan 2-1 pada 20 Desember 2024. Namun Borneo FC juga pernah mengalahkan Persebaya dengan skor 2-1 pada 7 Maret 2024 dan menang 2-1 pada 3 September 2023.

Catatan tersebut menunjukkan duel kedua tim sering berlangsung sengit dan sulit diprediksi. Hal itu membuat pertandingan di Stadion Segiri dipastikan kembali menghadirkan tensi tinggi.

Borneo FC sedang dalam performa cukup stabil dalam lima pertandingan terakhir. Mereka meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, serta satu kekalahan.

Sementara Persebaya Surabaya juga mencatat hasil yang tidak terlalu buruk dalam lima laga terakhir. Green Force meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Dengan kondisi tersebut, duel Borneo FC kontra Persebaya Surabaya dipastikan tetap menarik untuk disaksikan. Meski kehilangan dua pemain penting, Green Force tetap bertekad mencuri poin dari markas Pesut Etam.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru