NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Modus penipuan lewat WhatsApp yang mencatut nama Bupati Lamandau kembali bikin resah. Pelaku mengaku sebagai Rizky Aditya Putra dan menghubungi warga menggunakan nomor asing untuk melancarkan aksinya.
Aksi kriminalitas siber ini terbilang nekat. Dengan gaya bahasa yang dibuat seolah resmi, pelaku berusaha meyakinkan calon korban agar mengikuti instruksi tertentu. Ujungnya jelas, korban diarahkan pada permintaan yang berpotensi merugikan.
Tak hanya masyarakat umum yang menjadi sasaran. Sejumlah pejabat daerah juga disebut ikut dihubungi. Polanya hampir sama, percakapan dibuka secara formal agar target percaya dan tak curiga.
Menanggapi hal itu, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra angkat suara. Ia memastikan pesan-pesan tersebut bukan berasal dari dirinya.
“Itu penipuan. Bukan saya,” tegas Rizky saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/2).
Ia menegaskan tidak pernah menggunakan saluran komunikasi pribadi secara sembarangan untuk menyampaikan hal-hal mencurigakan kepada masyarakat maupun jajaran pejabat.
Pemerintah Kabupaten Lamandau pun mengingatkan warga agar tidak mudah percaya jika menerima pesan dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan bupati. Setiap pesan janggal diminta untuk dicek dan diverifikasi lebih dulu.
“Kalau menemukan indikasi penipuan serupa, segera laporkan ke pihak berwajib supaya tidak ada korban,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Modus penipuan lewat WhatsApp yang mencatut nama Bupati Lamandau kembali bikin resah. Pelaku mengaku sebagai Rizky Aditya Putra dan menghubungi warga menggunakan nomor asing untuk melancarkan aksinya.
Aksi kriminalitas siber ini terbilang nekat. Dengan gaya bahasa yang dibuat seolah resmi, pelaku berusaha meyakinkan calon korban agar mengikuti instruksi tertentu. Ujungnya jelas, korban diarahkan pada permintaan yang berpotensi merugikan.
Tak hanya masyarakat umum yang menjadi sasaran. Sejumlah pejabat daerah juga disebut ikut dihubungi. Polanya hampir sama, percakapan dibuka secara formal agar target percaya dan tak curiga.
Menanggapi hal itu, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra angkat suara. Ia memastikan pesan-pesan tersebut bukan berasal dari dirinya.
“Itu penipuan. Bukan saya,” tegas Rizky saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/2).
Ia menegaskan tidak pernah menggunakan saluran komunikasi pribadi secara sembarangan untuk menyampaikan hal-hal mencurigakan kepada masyarakat maupun jajaran pejabat.
Pemerintah Kabupaten Lamandau pun mengingatkan warga agar tidak mudah percaya jika menerima pesan dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan bupati. Setiap pesan janggal diminta untuk dicek dan diverifikasi lebih dulu.
“Kalau menemukan indikasi penipuan serupa, segera laporkan ke pihak berwajib supaya tidak ada korban,” tandasnya. (bib)