Jagung Menggeliat di Mentaya Hulu, Program Wilmar Bikin Petani Untung

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Budidaya jagung mulai menggeliat di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Program kemitraan PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Wilmar Group bersama Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera di Desa Tangar terbukti memberi keuntungan nyata bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jagung dipilih karena bernilai ekonomi tinggi dan masa tanamnya relatif singkat, sekitar 120 hari. Selain menopang kebutuhan pangan, komoditas ini juga dibutuhkan sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga peluang pasarnya terbuka lebar.

Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, mengatakan penanaman jagung memberikan hasil yang cukup menggembirakan sejak musim tanam pertama.

“Penanaman perdana dilakukan pada Juli dan dipanen September 2025, hasilnya sekitar 3 ton per hektare,” ujarnya.

Baca Juga :  Rakor Cetak Sawah 2025 Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Awalnya, kelompok tani hanya mengelola lahan seluas 2 hektare. Namun, melihat harga jagung pipilan yang cukup menjanjikan, sekitar Rp 7.000 per kilogram, luas tanam diperluas menjadi 5 hektare. Saat ini, Poktan Pahari Sejahtera memiliki sekitar 20 anggota aktif.

Dalam kemitraan tersebut, Wilmar Group memberikan dukungan sarana produksi pertanian, mulai dari bibit jagung, pupuk, sprinkler, pompa air, hingga pembangunan embung sebagai sumber air.

“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi bertani,” kata Sugiarto.

Electronic money exchangers listing

CSR Manager Wilmar Central Kalimantan Project, Widiyanto, menjelaskan program budidaya jagung ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Selain bantuan sarana, perusahaan juga menyiapkan pendamping lapangan agar hasil panen petani optimal.

Baca Juga :  Pamit Mandi, Seorang Petani Meninggal di Sungai

“Kami berharap jagung hasil panen dapat diolah oleh Poktan atau diserap Bulog maupun pasar dengan harga minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah,” ujarnya.

Wilmar juga mendorong pemanfaatan jagung sebagai bahan pakan ternak guna memperkuat ekosistem peternakan lokal. Upaya ini diharapkan mendukung peternakan ayam di sekitar desa.

“Jika pasokan pakan terjaga, produksi telur meningkat, ekonomi desa bergerak, dan kesejahteraan petani ikut terdorong,” tandas Widiyanto. (adv)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Budidaya jagung mulai menggeliat di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Program kemitraan PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Wilmar Group bersama Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera di Desa Tangar terbukti memberi keuntungan nyata bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jagung dipilih karena bernilai ekonomi tinggi dan masa tanamnya relatif singkat, sekitar 120 hari. Selain menopang kebutuhan pangan, komoditas ini juga dibutuhkan sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga peluang pasarnya terbuka lebar.

Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, mengatakan penanaman jagung memberikan hasil yang cukup menggembirakan sejak musim tanam pertama.

Electronic money exchangers listing

“Penanaman perdana dilakukan pada Juli dan dipanen September 2025, hasilnya sekitar 3 ton per hektare,” ujarnya.

Baca Juga :  Rakor Cetak Sawah 2025 Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Awalnya, kelompok tani hanya mengelola lahan seluas 2 hektare. Namun, melihat harga jagung pipilan yang cukup menjanjikan, sekitar Rp 7.000 per kilogram, luas tanam diperluas menjadi 5 hektare. Saat ini, Poktan Pahari Sejahtera memiliki sekitar 20 anggota aktif.

Dalam kemitraan tersebut, Wilmar Group memberikan dukungan sarana produksi pertanian, mulai dari bibit jagung, pupuk, sprinkler, pompa air, hingga pembangunan embung sebagai sumber air.

“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi bertani,” kata Sugiarto.

CSR Manager Wilmar Central Kalimantan Project, Widiyanto, menjelaskan program budidaya jagung ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Selain bantuan sarana, perusahaan juga menyiapkan pendamping lapangan agar hasil panen petani optimal.

Baca Juga :  Pamit Mandi, Seorang Petani Meninggal di Sungai

“Kami berharap jagung hasil panen dapat diolah oleh Poktan atau diserap Bulog maupun pasar dengan harga minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah,” ujarnya.

Wilmar juga mendorong pemanfaatan jagung sebagai bahan pakan ternak guna memperkuat ekosistem peternakan lokal. Upaya ini diharapkan mendukung peternakan ayam di sekitar desa.

“Jika pasokan pakan terjaga, produksi telur meningkat, ekonomi desa bergerak, dan kesejahteraan petani ikut terdorong,” tandas Widiyanto. (adv)

Terpopuler

Artikel Terbaru