24.7 C
Jakarta
Sunday, January 11, 2026

Dinsos Palangka Raya Pastikan Pendatang Bermasalah Sosial Ditangani Secara Manusiawi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan setiap pendatang yang mengalami masalah sosial, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun sakit tanpa keluarga, akan ditangani secara manusiawi hingga kondisi stabil dan dapat dipulangkan ke daerah asalnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinsos Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan, penanganan awal dilakukan dengan membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Kalawa Atei, sebelum ditempatkan di rumah singgah atau lokasi rehabilitasi sosial.

“Setelah dirawat di Rumah Sakit Kalawa Atei dan kondisinya stabil, baru kita pindahkan ke rumah singgah atau tempat rehabilitasi,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga :  Gebrakan Baru, Palangka Raya Luncurkan 50 Bank Sampah Digital

Riduan menjelaskan, selama masa observasi yang berlangsung sekitar dua hingga tujuh hari, pihaknya akan berkoordinasi untuk menelusuri keberadaan keluarga melalui dinas sosial daerah asal.

“Kita hubungi dinas sosial setempat, misalnya dari Madura, NTT, atau daerah lain. Kita jelaskan bahwa yang bersangkutan sudah kita rawat dan sementara diobservasi,” imbuhnya.

Dia menegaskan penanganan tersebut berlaku khusus bagi pendatang dari luar Kota Palangka Raya. Menurutnya, apabila tidak memiliki keluarga di daerah setempat, pemulangan menjadi solusi terbaik agar yang bersangkutan mendapat perawatan lanjutan dari keluarga.

“Kalau dia dari luar biasanya kita rawat dulu. Setelah keluarga ditemukan, kita antar pulang, apalagi kalau jaraknya jauh,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  KPK Kawal Tata Kelola Pemko Palangka Raya, Fairid Ungkap Hasil Mengejutkan

Ia mencontohkan, kasus seorang pendatang asal Semarang yang menderita penyakit kencing manis dan tidak memiliki keluarga di Palangka Raya.

Setelah dirawat di RS Doris Sylvanus dan kondisi stabil, yang bersangkutan ditampung sementara di rumah singgah sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal.

“Dinas sosial di daerah asal yang mencari keluarganya, setelah ketemu baru kita antar pulang,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Dinas Sosial hadir untuk memanusiakan manusia, khususnya bagi kelompok rentan seperti ODGJ, orang telantar, lansia terlantar, dan warga tidak mampu.

“Kita tampung dulu, kita rawat kalau perlu, sambil kita cari keluarganya. Itu bentuk tanggung jawab dan kemanusiaan,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan setiap pendatang yang mengalami masalah sosial, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun sakit tanpa keluarga, akan ditangani secara manusiawi hingga kondisi stabil dan dapat dipulangkan ke daerah asalnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinsos Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan, penanganan awal dilakukan dengan membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Kalawa Atei, sebelum ditempatkan di rumah singgah atau lokasi rehabilitasi sosial.

“Setelah dirawat di Rumah Sakit Kalawa Atei dan kondisinya stabil, baru kita pindahkan ke rumah singgah atau tempat rehabilitasi,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Gebrakan Baru, Palangka Raya Luncurkan 50 Bank Sampah Digital

Riduan menjelaskan, selama masa observasi yang berlangsung sekitar dua hingga tujuh hari, pihaknya akan berkoordinasi untuk menelusuri keberadaan keluarga melalui dinas sosial daerah asal.

“Kita hubungi dinas sosial setempat, misalnya dari Madura, NTT, atau daerah lain. Kita jelaskan bahwa yang bersangkutan sudah kita rawat dan sementara diobservasi,” imbuhnya.

Dia menegaskan penanganan tersebut berlaku khusus bagi pendatang dari luar Kota Palangka Raya. Menurutnya, apabila tidak memiliki keluarga di daerah setempat, pemulangan menjadi solusi terbaik agar yang bersangkutan mendapat perawatan lanjutan dari keluarga.

“Kalau dia dari luar biasanya kita rawat dulu. Setelah keluarga ditemukan, kita antar pulang, apalagi kalau jaraknya jauh,” jelasnya.

Baca Juga :  KPK Kawal Tata Kelola Pemko Palangka Raya, Fairid Ungkap Hasil Mengejutkan

Ia mencontohkan, kasus seorang pendatang asal Semarang yang menderita penyakit kencing manis dan tidak memiliki keluarga di Palangka Raya.

Setelah dirawat di RS Doris Sylvanus dan kondisi stabil, yang bersangkutan ditampung sementara di rumah singgah sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal.

“Dinas sosial di daerah asal yang mencari keluarganya, setelah ketemu baru kita antar pulang,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Dinas Sosial hadir untuk memanusiakan manusia, khususnya bagi kelompok rentan seperti ODGJ, orang telantar, lansia terlantar, dan warga tidak mampu.

“Kita tampung dulu, kita rawat kalau perlu, sambil kita cari keluarganya. Itu bentuk tanggung jawab dan kemanusiaan,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru