25.6 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Hasil Pemeriksaan Lab Covid-19 di Kalteng Sudah Diakui Pusat

PALANGKA RAYA-Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 pusat,
laboratorium rujukan di Rumah Sakit Umum dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya
belum terdata sebagai RS rujukan Covid-19 yang mampu memeriksa sampel Covid-19
secara mandiri. Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSDS Palangka Raya Yayu
Indriaty.

Namun menurut Yayu, hal itu hanya
disebabkan persoalan administratif yang memang lambat. Tetapi operiasional
laboratorium di RSDS ini sudah diakui secara nasional.

Berkenaan dengan izin operasional
laboratorium RSDS ini, imbuh dia, berbicara berdasarkan frame tanggap darurat,
maka baik secara lisan melalui telepon maupun surat sudah dilayangkan ke
Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kepada gugus tugas pusat pun,
sudah komunikasi bahwa laboratorium di RSDS ini operasional. Jadi karena ini
kondisinya tanggap darurat maka administrasi mungkin akan menyusul, tetapi
laboratorium RSDS ini sudah diakui sebagai laboratorium yang layak untuk
melayangkan hasil pemeriksaan Covid-19,” ungkap Yayu saat diwawancarai di RSDS
Palangka Raya, Sabtu (23/5).

Baca Juga :  66 Pelamar CPNS Gagal

Dijelaskannya, setiap pukul 06.00
WIb pihaknya menyampaikan rekap ke Kemenkes, setiap pukul 10.00 WIB pihaknya
harus memverifikasi data terkonfirmasi selanjutnya hasil rilis itu disampaikan
kepada Gugus Tugas Covid-19 provinsi.

Dia menambahkan, dalam pengoperasian
laboratorium ini tidak hanya alat RT-PCR pengadaan RSDS saja yang saat ini
digunakan, tetapi juga mengoptimalkan alat milik Balai POM. Dengan demikian,
dalam satu hari bisa melakukan running
dari pagi, siang dan malam. Sehingga bisa memfasilitasi seluruh sampel rujukan
yang dikirim dari kabupaten/kota.

“Alat RT-PCR milik RSDS bisa
untuk memeriksa 96 sampel dan milik Balai POM bisa untuk 60 sampel dalam sekali
periksa,” ujarnya.

Lebih lanjut diakui Yayu, kendala
lain dalam pemeriksaan RT-PCR adalah ketersediaan reagen. Karena pengadaan reagen memang bukan hal yang mudah.
Tetapi, dari BNPB pusat sudah memperhatikan hal ini dan sudah mengirimkan 4.000
tes ke Kalteng.

Baca Juga :  Ampuh Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

“Dari RSDS sendiri juga sudah
mengadakan reagen dengan dana bantuan dari pemerintah daerah sebanyak 3.900 tes
dan semuanya secara bertahap itu datang sesuai dengan permintaan,” jelasnya. 

PALANGKA RAYA-Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 pusat,
laboratorium rujukan di Rumah Sakit Umum dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya
belum terdata sebagai RS rujukan Covid-19 yang mampu memeriksa sampel Covid-19
secara mandiri. Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSDS Palangka Raya Yayu
Indriaty.

Namun menurut Yayu, hal itu hanya
disebabkan persoalan administratif yang memang lambat. Tetapi operiasional
laboratorium di RSDS ini sudah diakui secara nasional.

Berkenaan dengan izin operasional
laboratorium RSDS ini, imbuh dia, berbicara berdasarkan frame tanggap darurat,
maka baik secara lisan melalui telepon maupun surat sudah dilayangkan ke
Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kepada gugus tugas pusat pun,
sudah komunikasi bahwa laboratorium di RSDS ini operasional. Jadi karena ini
kondisinya tanggap darurat maka administrasi mungkin akan menyusul, tetapi
laboratorium RSDS ini sudah diakui sebagai laboratorium yang layak untuk
melayangkan hasil pemeriksaan Covid-19,” ungkap Yayu saat diwawancarai di RSDS
Palangka Raya, Sabtu (23/5).

Baca Juga :  66 Pelamar CPNS Gagal

Dijelaskannya, setiap pukul 06.00
WIb pihaknya menyampaikan rekap ke Kemenkes, setiap pukul 10.00 WIB pihaknya
harus memverifikasi data terkonfirmasi selanjutnya hasil rilis itu disampaikan
kepada Gugus Tugas Covid-19 provinsi.

Dia menambahkan, dalam pengoperasian
laboratorium ini tidak hanya alat RT-PCR pengadaan RSDS saja yang saat ini
digunakan, tetapi juga mengoptimalkan alat milik Balai POM. Dengan demikian,
dalam satu hari bisa melakukan running
dari pagi, siang dan malam. Sehingga bisa memfasilitasi seluruh sampel rujukan
yang dikirim dari kabupaten/kota.

“Alat RT-PCR milik RSDS bisa
untuk memeriksa 96 sampel dan milik Balai POM bisa untuk 60 sampel dalam sekali
periksa,” ujarnya.

Lebih lanjut diakui Yayu, kendala
lain dalam pemeriksaan RT-PCR adalah ketersediaan reagen. Karena pengadaan reagen memang bukan hal yang mudah.
Tetapi, dari BNPB pusat sudah memperhatikan hal ini dan sudah mengirimkan 4.000
tes ke Kalteng.

Baca Juga :  Ampuh Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

“Dari RSDS sendiri juga sudah
mengadakan reagen dengan dana bantuan dari pemerintah daerah sebanyak 3.900 tes
dan semuanya secara bertahap itu datang sesuai dengan permintaan,” jelasnya. 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru