25.6 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Jangan Buat Hoaks ! Saring Dahulu Sebelum Sharing

PALANGKA
RAYA, KALTENGPOS.CO
-Tak
dapat di
mungkiri,
media sosial (medsos) menjadi salah satu media pilihan untuk berkampanye
menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Kalteng 2020.
Hanya saja penyebaran informasi di medsos masih dibanjiri dengan informasi
atau berita bohong alias hoaks. Termasuk juga mengenai pasangan calon (paslon)
yang akan maju meraih kursi
pada pilkada tahun ini.

Untuk meminimalkan
hoaks di medsos jelang
pilkada, Polda Kalteng melalui Kasubbid PID
Bidhumas AKBP Siti Fauziah dan Kassubbid Penmas Bidhumas AKBP Marianto hadir
langsung sebagai narasumber
Talk Show
KPFm dan Kalteng TV, Jumat (18/9).

AKBP Siti Fauziah menyampaikan bahwa masyarakat
masa kini harus lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan
sampai langsung menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan
kebenarannya. Mengingat
saat ini sudah diterapkan
sanksi atau ancaman pidana terhadap penyebar hoaks.

“Jangan tiba-tiba dapat postingan (unggahan, red),
langsung diiyakan. Dicek d
ahulu, beritanya
terverifikasi tidak. Kalau tidak, jangan disebar, setop saja,” ucapnya.

Baca Juga :  38 Orang Dinyatakan Reaktif Hasil Rapid Test Pasar Besar

Selama ini apabila
menemukan penyebar hoaks, pihaknya mendatang
i pemilik
akun untuk ditanya
kan mengenai tujuan penyebaran informasi
tersebut. Tak jarang
banyak penyebar yang menyatakan tidak
tahu
jika yang disebarkan adalah berita bohong. Saat itulah
pihaknya akan melakukan pembinaan.

Menjelang pesta demokrasi lima tahunan ini, pihaknya tak menampik bahwa medsos
sangat bermanfaat bagi
setiap pendukung calon. Dengan
memanfaatkan medsos, informasi tentang pasangan calon bisa
lebih cepat diketahui masyarakat
jika dibandingkan pasangan
calon harus berkampanye
secara langsung ke daerah-daerah.

Akan tetapi, yang menjadi perhatian adalah oknum-oknum tertentu yang menggunakan
medsos untuk menyerang
pihak lain, yakni dengan
memberikan informasi
palsu terkait lawan. Hal inilah yang
berusaha dicegah oleh pihak Polda Kalteng. Pasalnya, penyebaran hoaks
lebih banyak
berdampak
negatif
bagi
masyarakat.

Di tempat yang
sama,
AKBP
Marianto menambahkan
, dengan adanya kemudahan teknologi dan
kehadiran medsos, tak jarang masyarakat umum menggunakan akun untuk menyebarkan
berita layaknya wartawan media massa.
Karena itu, ia mengharapkan
agar ketika seseorang membuat narasi atau
yang kini biasa dikenal caption,
sebaiknya tidak menuliskan
informasi berupa ujaran kebencian atau
yang menyinggung soal suku, agama, ras, dan golongan (SARA).

Baca Juga :  Keren Nich ! Penelitian Pembangkit Listrik ala IAIN Palangka Raya dari

“Dibaca dahulu,
apa benar tidak beritanya. Saring dahulu
sebelum sharing. Kalau masih ragu, cukup sampai diri sendiri. Termasuk
pemberitaan selama menjelang
pilkada ini, baik oleh
perorangan ataupun kelompok,” tegasnya.

Tahapan kampanye, lanjutnya,
menjadi
momen yang pas bagi tim sukses untuk
menggencarkan informasi terkait pasangan calon.
Ditegaskannya
bahwa Polri akan selalu memantau terhadap akun resmi dari
masing-masing tim sukses
maupun akun dari para relawan.

“Hoaks yang akan mulai bermunculan ketika
menjelang
pilkada ini, salah
satunya yakni
mencari kekeliruan dari
pasangan
lawan, keburukan
atau rekam jejak, atau berita yang masih
bersifat
katanya. Masyarakat harus tetap hati-hati,” tegas Marianto.

PALANGKA
RAYA, KALTENGPOS.CO
-Tak
dapat di
mungkiri,
media sosial (medsos) menjadi salah satu media pilihan untuk berkampanye
menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Kalteng 2020.
Hanya saja penyebaran informasi di medsos masih dibanjiri dengan informasi
atau berita bohong alias hoaks. Termasuk juga mengenai pasangan calon (paslon)
yang akan maju meraih kursi
pada pilkada tahun ini.

Untuk meminimalkan
hoaks di medsos jelang
pilkada, Polda Kalteng melalui Kasubbid PID
Bidhumas AKBP Siti Fauziah dan Kassubbid Penmas Bidhumas AKBP Marianto hadir
langsung sebagai narasumber
Talk Show
KPFm dan Kalteng TV, Jumat (18/9).

AKBP Siti Fauziah menyampaikan bahwa masyarakat
masa kini harus lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan
sampai langsung menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan
kebenarannya. Mengingat
saat ini sudah diterapkan
sanksi atau ancaman pidana terhadap penyebar hoaks.

“Jangan tiba-tiba dapat postingan (unggahan, red),
langsung diiyakan. Dicek d
ahulu, beritanya
terverifikasi tidak. Kalau tidak, jangan disebar, setop saja,” ucapnya.

Baca Juga :  38 Orang Dinyatakan Reaktif Hasil Rapid Test Pasar Besar

Selama ini apabila
menemukan penyebar hoaks, pihaknya mendatang
i pemilik
akun untuk ditanya
kan mengenai tujuan penyebaran informasi
tersebut. Tak jarang
banyak penyebar yang menyatakan tidak
tahu
jika yang disebarkan adalah berita bohong. Saat itulah
pihaknya akan melakukan pembinaan.

Menjelang pesta demokrasi lima tahunan ini, pihaknya tak menampik bahwa medsos
sangat bermanfaat bagi
setiap pendukung calon. Dengan
memanfaatkan medsos, informasi tentang pasangan calon bisa
lebih cepat diketahui masyarakat
jika dibandingkan pasangan
calon harus berkampanye
secara langsung ke daerah-daerah.

Akan tetapi, yang menjadi perhatian adalah oknum-oknum tertentu yang menggunakan
medsos untuk menyerang
pihak lain, yakni dengan
memberikan informasi
palsu terkait lawan. Hal inilah yang
berusaha dicegah oleh pihak Polda Kalteng. Pasalnya, penyebaran hoaks
lebih banyak
berdampak
negatif
bagi
masyarakat.

Di tempat yang
sama,
AKBP
Marianto menambahkan
, dengan adanya kemudahan teknologi dan
kehadiran medsos, tak jarang masyarakat umum menggunakan akun untuk menyebarkan
berita layaknya wartawan media massa.
Karena itu, ia mengharapkan
agar ketika seseorang membuat narasi atau
yang kini biasa dikenal caption,
sebaiknya tidak menuliskan
informasi berupa ujaran kebencian atau
yang menyinggung soal suku, agama, ras, dan golongan (SARA).

Baca Juga :  Keren Nich ! Penelitian Pembangkit Listrik ala IAIN Palangka Raya dari

“Dibaca dahulu,
apa benar tidak beritanya. Saring dahulu
sebelum sharing. Kalau masih ragu, cukup sampai diri sendiri. Termasuk
pemberitaan selama menjelang
pilkada ini, baik oleh
perorangan ataupun kelompok,” tegasnya.

Tahapan kampanye, lanjutnya,
menjadi
momen yang pas bagi tim sukses untuk
menggencarkan informasi terkait pasangan calon.
Ditegaskannya
bahwa Polri akan selalu memantau terhadap akun resmi dari
masing-masing tim sukses
maupun akun dari para relawan.

“Hoaks yang akan mulai bermunculan ketika
menjelang
pilkada ini, salah
satunya yakni
mencari kekeliruan dari
pasangan
lawan, keburukan
atau rekam jejak, atau berita yang masih
bersifat
katanya. Masyarakat harus tetap hati-hati,” tegas Marianto.

Terpopuler

Artikel Terbaru