Pasokan BBM ke Palangka Raya Anjlok, Pertamina Masih Sebut Aman?
Fenomena antrean BBM yang sangat panjang di SPBU Jalan G. Obos, Palangka Raya. (Anandri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjelasan PT. Pertamina Patra Niaga terkait antrean panjang BBM di Kota Palangka Raya kembali menuai sorotan setelah terungkap pasokan BBM yang masuk ke wilayah tersebut mengalami penurunan sejak awal Mei 2026.
“Stok BBM sebenarnya tersedia di beberapa titik distribusi, hanya saja kebutuhan masyarakat terus berubah dan bersifat dinamis,” kata Sales Area Manager Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, Jumat (8/5/2026).
Sales Area Manager Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya. (Anandri/Prokalteng.co)
Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, Pertamina Patra Niaga, Forkopimda, dan pengelola SPBU, kebutuhan normal BBM di Kota Palangka Raya berada di kisaran 190 kiloliter (KL) per hari. Namun distribusi yang diterima sejak awal Mei hanya sekitar 150 hingga 170 KL saja per hari.
“Tidak ada pengurangan stok dari kami. Yang terjadi hanya keterlambatan dalam distribusi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebab sebelumnya pihak Pertamina berkali-kali menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Palangka Raya aman, sementara di lapangan antrean kendaraan justru terus mengular hampir di seluruh SPBU.
“Keterlambatan distribusi terjadi akibat sejumlah faktor eksternal, termasuk gangguan rantai pasok global yang memengaruhi penyaluran BBM ke daerah,” tambahnya.
Fakta turunnya distribusi BBM tersebut sekaligus memunculkan keraguan publik terhadap narasi panic buying yang sebelumnya sempat disebut menjadi salah satu penyebab antrean panjang BBM di Kota Palangka Raya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palangka Raya kini meminta agar distribusi BBM segera dikembalikan sesuai kebutuhan normal masyarakat guna mengurangi antrean dan mencegah keresahan warga terus meluas. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjelasan PT. Pertamina Patra Niaga terkait antrean panjang BBM di Kota Palangka Raya kembali menuai sorotan setelah terungkap pasokan BBM yang masuk ke wilayah tersebut mengalami penurunan sejak awal Mei 2026.
“Stok BBM sebenarnya tersedia di beberapa titik distribusi, hanya saja kebutuhan masyarakat terus berubah dan bersifat dinamis,” kata Sales Area Manager Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, Jumat (8/5/2026).
Sales Area Manager Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya. (Anandri/Prokalteng.co)
Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, Pertamina Patra Niaga, Forkopimda, dan pengelola SPBU, kebutuhan normal BBM di Kota Palangka Raya berada di kisaran 190 kiloliter (KL) per hari. Namun distribusi yang diterima sejak awal Mei hanya sekitar 150 hingga 170 KL saja per hari.
“Tidak ada pengurangan stok dari kami. Yang terjadi hanya keterlambatan dalam distribusi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebab sebelumnya pihak Pertamina berkali-kali menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Palangka Raya aman, sementara di lapangan antrean kendaraan justru terus mengular hampir di seluruh SPBU.
“Keterlambatan distribusi terjadi akibat sejumlah faktor eksternal, termasuk gangguan rantai pasok global yang memengaruhi penyaluran BBM ke daerah,” tambahnya.
Fakta turunnya distribusi BBM tersebut sekaligus memunculkan keraguan publik terhadap narasi panic buying yang sebelumnya sempat disebut menjadi salah satu penyebab antrean panjang BBM di Kota Palangka Raya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palangka Raya kini meminta agar distribusi BBM segera dikembalikan sesuai kebutuhan normal masyarakat guna mengurangi antrean dan mencegah keresahan warga terus meluas. (adr)