Wabah norovirus dilaporkan menyerang kapal pesiar Caribbean Princess dengan total lebih dari 100 penumpang dan kru mengalami gangguan pencernaan selama pelayaran berlangsung.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut kasus ini terjadi dalam pelayaran yang berlangsung sejak 28 April hingga 11 Mei 2026.
Menurut laporan CDC, sebanyak 102 dari 3.116 penumpang atau sekitar 3,3 persen dilaporkan sakit. Selain itu, 13 dari 1.131 kru kapal juga mengalami gejala serupa seperti diare dan muntah. Kasus tersebut resmi dilaporkan ke CDC pada 7 Mei lalu sebagaimana dikutip via Fox News.
Norovirus sendiri dikenal sebagai salah satu penyebab utama wabah penyakit gastrointestinal di kapal pesiar karena penyebarannya yang sangat cepat di ruang tertutup dan area bersama.
Princess Cruises membenarkan adanya kasus gangguan kesehatan ringan selama perjalanan Caribbean Princess yang berangkat dari Port Everglades. Perusahaan pelayaran itu menyatakan langkah penanganan langsung dilakukan begitu kasus terdeteksi.
“Setelah laporan muncul, seluruh area kapal segera didisinfeksi dan prosedur sanitasi tambahan diterapkan selama pelayaran berlangsung,” tulis pernyataan resmi Princess Cruises.
Setibanya di Port Canaveral pada 11 Mei, kapal Caribbean Princess juga dijadwalkan menjalani proses pembersihan dan disinfeksi menyeluruh sebelum kembali beroperasi untuk pelayaran berikutnya.
Untuk menekan penyebaran virus, pihak kapal meningkatkan prosedur pembersihan sesuai rencana tanggap wabah, mengisolasi penumpang dan kru yang sakit, serta mengambil sampel untuk pengujian laboratorium.
Princess Cruises juga berkoordinasi langsung dengan Vessel Sanitation Program (VSP) milik CDC terkait langkah sanitasi dan pelaporan kasus.
Sementara itu, CDC menyebut tim investigasi lapangan telah diterjunkan guna melakukan pemeriksaan lingkungan kapal dan penyelidikan wabah untuk memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan.
Pakar industri kapal pesiar asal Miami, Stewart Chiron, mengatakan kasus norovirus sebenarnya cukup umum terjadi di Amerika Serikat dengan jutaan kasus muncul setiap tahun. Namun, ia menegaskan kasus yang terkait kapal pesiar hanya sebagian kecil dari total infeksi yang terjadi.
Menurutnya, wabah di kapal pesiar biasanya bermula dari penumpang yang sudah terinfeksi sebelum naik kapal dan tanpa sadar menyebarkan virus ke penumpang lain.
Dalam kasus Caribbean Princess, jumlah kasus yang muncul sedikit melampaui ambang batas 3 persen yang digunakan CDC untuk mendefinisikan sebuah wabah di kapal pesiar.
CDC juga menegaskan bahwa angka kasus yang diumumkan merupakan akumulasi selama keseluruhan perjalanan, sehingga tidak berarti seluruh penumpang sakit secara bersamaan.
Norovirus sendiri merupakan virus yang menyerang sistem pencernaan dan sangat mudah menular melalui makanan, permukaan yang terkontaminasi, maupun kontak langsung antarindividu.
Gejala umumnya meliputi muntah, diare, mual, sakit perut, hingga demam ringan yang biasanya berlangsung satu hingga tiga hari.
Kasus penyebaran virus di Caribbean Princess ini menambah daftar penyebaran virus lewat kapal pesiar setelah sebelumnya viral Hantavirus di MV Hondius.(jpc)


